
Dewan Menteri Spanyol telah menyetujui tambahan dana sebesar €1,73 juta untuk perusahaan milik negara SECEGSA guna melanjutkan studi geoteknik dan rekayasa untuk terowongan kereta api yang telah lama direncanakan, menghubungkan provinsi Cádiz dengan wilayah utara Maroko. Keputusan yang dipublikasikan pada 17 Maret 2026 ini menaikkan total alokasi pemerintah Spanyol untuk proyek tersebut pada tahun 2026 menjadi hampir €4 juta, menandakan bahwa Madrid ingin menjaga proyek megabinerasional ini tetap menjadi agenda politik meskipun jangka waktunya sangat panjang. SECEGSA akan menggunakan dana baru ini untuk memperbaiki data pengeboran di Camarinal Sill, bagian terdalam dan paling kompleks secara geologi di Selat Gibraltar. Laporan terbaru dari spesialis terowongan Herrenknecht mengonfirmasi bahwa jalur kereta api dengan dua terowongan paralel—mirip dengan Terowongan Channel—secara teknis memungkinkan dengan teknologi saat ini, namun menyoroti formasi flysch yang retak dan kedalaman air hingga 475 meter sebagai risiko utama yang dapat mendorong biaya jauh melebihi perkiraan Spanyol saat ini sebesar €8,5 miliar. Secara politik, suntikan dana ini datang di saat hubungan Spanyol-Maroko sedang sensitif. Rabat berulang kali menyebut terowongan ini sebagai proyek strategis untuk perdagangan Afrika-Uni Eropa, sementara Madrid melihatnya sebagai katalis bagi pelabuhan Andalusia dan arus penumpang yang suatu saat bisa menyaingi jalur feri sibuk Algeciras–Tangier. Kementerian Transportasi dan Mobilitas Berkelanjutan Spanyol berharap kemajuan teknis ini akan memperkuat argumen untuk pembiayaan bersama di bawah Fasilitas Menghubungkan Eropa (Connecting Europe Facility) setelah desain rinci selesai. Bagi pelaku bisnis dan perencana rantai pasok, terowongan ini masih setidaknya satu dekade lagi—tanggal operasional paling optimis SECEGSA adalah 2035—namun dana baru ini menjaga proyek tetap hidup dan bisa mempercepat fase persiapan. Perusahaan multinasional dengan operasi terbagi di Semenanjung Iberia dan Afrika Utara sebaiknya memantau studi ini, karena jalur tetap akan secara drastis memperpendek waktu perjalanan pintu ke pintu bagi eksekutif dan barang bernilai tinggi yang bergerak antara Spanyol dan Maroko. Dalam jangka pendek, keputusan ini menegaskan niat pemerintah Spanyol untuk memposisikan negara sebagai pintu gerbang selatan bagi mobilitas UE-Afrika. Meski belum ada pengerjaan fisik, dukungan politik yang berkelanjutan memberikan keyakinan kepada investor di taman logistik Andalusia dan zona perdagangan bebas Maroko bahwa konektivitas lintas batas akan terus meningkat.
Sumber: El HuffPost