1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. Italia
  4. /
  5. Laporan Decreto Flussi: hanya 17% pekerja kuota yang mendapatkan pekerjaan legal pada 2024-25

Laporan Decreto Flussi: hanya 17% pekerja kuota yang mendapatkan pekerjaan legal pada 2024-25

Apr 21, 2026
·
Laporan Decreto Flussi: hanya 17% pekerja kuota yang mendapatkan pekerjaan legal pada 2024-25
Program utama migrasi tenaga kerja Italia, Decreto Flussi, gagal memenuhi janji untuk mengatur masuknya tenaga kerja secara tertib, menurut laporan keempat ‘Io Ero Straniero’ yang dirilis pada 20 April 2026. Berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Tenaga Kerja, LSM yang melakukan studi ini menemukan bahwa dari 146.850 izin masuk yang disetujui pada click-day 2024, hanya 24.858 izin tinggal (16,9%) yang benar-benar diterbitkan. Di banyak prefektur, tingkat keberhasilannya bahkan hanya satu digit. Hambatan muncul di setiap tahap proses. Kurang dari separuh kuota yang direncanakan berhasil mendapatkan ‘nulla osta’ (izin kerja), dan dari jumlah itu hanya 48,5% yang berhasil mendapatkan visa. Setelah para pekerja tiba, ribuan di antaranya mendapati bahwa pemberi kerja yang mensponsori mereka sudah tidak ada, menolak menghadiri janji di prefektur, atau gagal dalam tes verifikasi pendapatan, sehingga para migran terjebak dalam ketidakpastian dan berisiko menjadi pekerja ilegal. Laporan ini menyalahkan kekurangan staf kronis di konsulat dan prefektur Italia, sistem TI yang terfragmentasi, serta pemeriksaan keamanan yang ketat terhadap pelamar dari Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka, dan Maroko. Para advokat pekerja memperkirakan setidaknya 11.600 pendatang sejak 2024 kini terjerumus ke status ilegal, dengan beban utang pribadi yang besar akibat biaya rekrutmen. Bagi pemberi kerja, pelajaran yang didapat sangat jelas: mengandalkan Decreto Flussi untuk mengisi posisi musiman dan pekerjaan berkeahlian rendah semakin tidak dapat diandalkan. Perusahaan multinasional di sektor pertanian, perhotelan, dan logistik beralih ke perekrutan dalam Uni Eropa, transfer ICT jangka panjang, atau otomatisasi untuk menutupi kekurangan tenaga kerja. Para pembuat kebijakan didesak untuk memperkenalkan kuota multi-tahun, tawaran kerja yang dapat dipindahkan, dan sanksi bagi pemberi kerja ‘hantu’ guna mencegah lotere administratif dan kehilangan talenta. Sampai reformasi struktural diterapkan, manajer mobilitas disarankan menganggarkan waktu ekstra—seringkali 12-18 bulan—untuk pengajuan kuota dan mempertimbangkan jalur alternatif seperti Kartu Biru UE atau pemberitahuan pekerja yang dikirim jika profil keahlian memungkinkan.
Sumber: la Repubblica

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Italia.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×