1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. Amerika Serikat
  4. /
  5. Mahkamah Agung Mendengarkan Argumen soal Penghentian TPS bagi Warga Haiti dan Suriah

Mahkamah Agung Mendengarkan Argumen soal Penghentian TPS bagi Warga Haiti dan Suriah

Mei 5, 2026
·
Mahkamah Agung Mendengarkan Argumen soal Penghentian TPS bagi Warga Haiti dan Suriah
Mahkamah Agung AS pada hari Senin, 4 Mei, menggelar dua jam argumen lisan yang dapat menentukan nasib lebih dari 350.000 warga Haiti dan Suriah yang telah tinggal dan bekerja di Amerika Serikat di bawah Status Perlindungan Sementara (TPS) selama bertahun-tahun. Isu utama adalah apakah pengadilan dapat meninjau keputusan pemerintahan Trump yang mencabut TPS meskipun ketidakstabilan di kedua negara masih berlangsung, atau apakah keputusan tersebut kebal dari pengawasan yudisial berdasarkan Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan. Penasihat pemerintah berargumen bahwa undang-undang TPS memberikan kewenangan luas dan tidak dapat ditinjau kepada eksekutif, serta kondisi di Haiti dan Suriah sudah cukup membaik untuk memungkinkan kepulangan yang aman. Para pemohon menanggapi dengan bukti wilayah yang dikuasai geng di Haiti dan konflik bersenjata yang terus berlangsung di Suriah, serta berpendapat bahwa pemerintahan mengabaikan laporan kondisi negara sendiri dan bertindak dengan niat diskriminatif. Pertanyaan dari mayoritas konservatif yang terdiri dari enam hakim menunjukkan keterbukaan terhadap posisi pemerintah; beberapa hakim merujuk pada preseden tahun 2020 yang membatasi pengawasan yudisial terhadap keputusan imigrasi tertentu. Sebaliknya, tiga anggota liberal Mahkamah menuntut standar yang setidaknya memungkinkan peninjauan atas cacat hukum atau konstitusional. Keputusan diharapkan keluar pada akhir Juni. Bagi pengusaha dan universitas yang bergantung pada pemegang TPS Haiti dan Suriah, taruhannya sangat tinggi. Jika Mahkamah mengizinkan pencabutan TPS, pekerja yang terdampak bisa kehilangan izin kerja dalam enam bulan setelah aturan final, memicu verifikasi ulang I-9 dan potensi kekurangan tenaga kerja. Sebaliknya, putusan yang mempertahankan pengawasan yudisial bisa menunda atau menggagalkan rencana pemerintahan dan memperkuat gugatan atas pencabutan TPS lainnya. Penasihat imigrasi menyarankan untuk mengidentifikasi karyawan dan mahasiswa pemegang TPS, memeriksa tanggal kedaluwarsa EAD mereka, dan menyiapkan opsi alternatif seperti pengajuan H-1B yang bebas kuota atau permohonan parole kemanusiaan. Mereka juga memperingatkan bahwa keputusan luas yang mendukung pemerintah bisa mendorong DHS untuk meninjau kembali penetapan TPS untuk negara lain di tahun ini.
Sumber: Boston.com; Military.com

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Amerika Serikat.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×