
BEIJING – Hotel-hotel di ibu kota China tengah melakukan perubahan besar, mulai dari pelatihan concierge hingga desain kamar, setelah riset terbaru menunjukkan bahwa lebih dari empat dari lima wisatawan internasional kini memasuki kota tanpa mengikuti tur terorganisir. Temuan ini dipublikasikan pada 27 Mei di TravelDaily Digital Intelligence Conference • Beijing, di mana para pelaku hotel, OTA, dan ahli mobilitas membahas perilaku perjalanan pasca pandemi.
Menurut Jingqi, DMC inbound terkemuka, Beijing menyambut lebih dari 5 juta kedatangan wisatawan asing pada 2025; hanya 15-16 persen yang mengikuti paket tur. Perubahan ini didorong oleh kebijakan bebas visa 30 hari untuk 50 negara, kembalinya rute penerbangan multi-kota, serta peluncuran aplikasi ride-hailing dan pembayaran berbahasa Inggris, yang secara kolektif memudahkan pembuatan itinerary mandiri.
Para eksekutif hotel dari Stey-Wangfujing, Beijing Hotel Nuojin, dan merek gaya hidup Jingqi menyatakan bahwa tamu mandiri menginginkan pengalaman lokal yang autentik—seperti berjalan-jalan kuliner di lingkungan sekitar, menyewa sepeda di hutong, hingga perjalanan cepat dengan kereta berkecepatan tinggi di hari yang sama—dan mengandalkan staf resepsionis untuk mendapatkan rekomendasi terpercaya. Oleh karena itu, hotel-hotel merekrut ‘insider kota’ yang multibahasa, menyediakan peta panduan mandiri berkode QR, serta bermitra dengan startup mobilitas yang menggabungkan kartu metro, akses sepeda listrik, dan dompet digital UnionPay dalam satu paket digital sambutan.
Kepatuhan tetap menjadi hal penting. Para pembicara mengingatkan bahwa semua tamu asing, termasuk yang bebas visa, harus didaftarkan dalam sistem akomodasi kepolisian dalam waktu 24 jam. Banyak hotel mengintegrasikan API dari Administrasi Imigrasi Nasional untuk mengirimkan scan paspor langsung ke otoritas, mengurangi pekerjaan manual dan risiko audit.
Bagi manajer mobilitas korporat, tren ini berarti negosiasi hotel yang lebih fleksibel. “Para pekerja kami tidak lagi menginginkan shuttle bandara-hotel-kantor; mereka ingin Mini-Program WeChat yang memberi tahu di mana bisa menemukan kafe coworking jam 10 malam,” ujar seorang pemimpin relokasi dari perusahaan teknologi Fortune 100 yang hadir dalam sesi tersebut. Hotel yang menggabungkan malam menginap dengan kartu SIM lokal, akses coworking harian yang ramah VPN, dan dukungan faktur pajak berbahasa Inggris berhasil mendapatkan kontrak jangka panjang.
Para analis memprediksi bahwa pada 2027, wisatawan mandiri akan mencapai 90 persen dari tamu asing hotel di Beijing, memaksa jaringan hotel layanan penuh tradisional beralih ke produk modular yang berfokus pada pengalaman. Dengan target China mencapai 10 juta wisatawan inbound ke ibu kota pada 2030, keberhasilan pivot ini bisa menjadi penentu daya saing perhotelan Beijing selama dekade mendatang.
Menurut Jingqi, DMC inbound terkemuka, Beijing menyambut lebih dari 5 juta kedatangan wisatawan asing pada 2025; hanya 15-16 persen yang mengikuti paket tur. Perubahan ini didorong oleh kebijakan bebas visa 30 hari untuk 50 negara, kembalinya rute penerbangan multi-kota, serta peluncuran aplikasi ride-hailing dan pembayaran berbahasa Inggris, yang secara kolektif memudahkan pembuatan itinerary mandiri.
Para eksekutif hotel dari Stey-Wangfujing, Beijing Hotel Nuojin, dan merek gaya hidup Jingqi menyatakan bahwa tamu mandiri menginginkan pengalaman lokal yang autentik—seperti berjalan-jalan kuliner di lingkungan sekitar, menyewa sepeda di hutong, hingga perjalanan cepat dengan kereta berkecepatan tinggi di hari yang sama—dan mengandalkan staf resepsionis untuk mendapatkan rekomendasi terpercaya. Oleh karena itu, hotel-hotel merekrut ‘insider kota’ yang multibahasa, menyediakan peta panduan mandiri berkode QR, serta bermitra dengan startup mobilitas yang menggabungkan kartu metro, akses sepeda listrik, dan dompet digital UnionPay dalam satu paket digital sambutan.
Kepatuhan tetap menjadi hal penting. Para pembicara mengingatkan bahwa semua tamu asing, termasuk yang bebas visa, harus didaftarkan dalam sistem akomodasi kepolisian dalam waktu 24 jam. Banyak hotel mengintegrasikan API dari Administrasi Imigrasi Nasional untuk mengirimkan scan paspor langsung ke otoritas, mengurangi pekerjaan manual dan risiko audit.
Bagi manajer mobilitas korporat, tren ini berarti negosiasi hotel yang lebih fleksibel. “Para pekerja kami tidak lagi menginginkan shuttle bandara-hotel-kantor; mereka ingin Mini-Program WeChat yang memberi tahu di mana bisa menemukan kafe coworking jam 10 malam,” ujar seorang pemimpin relokasi dari perusahaan teknologi Fortune 100 yang hadir dalam sesi tersebut. Hotel yang menggabungkan malam menginap dengan kartu SIM lokal, akses coworking harian yang ramah VPN, dan dukungan faktur pajak berbahasa Inggris berhasil mendapatkan kontrak jangka panjang.
Para analis memprediksi bahwa pada 2027, wisatawan mandiri akan mencapai 90 persen dari tamu asing hotel di Beijing, memaksa jaringan hotel layanan penuh tradisional beralih ke produk modular yang berfokus pada pengalaman. Dengan target China mencapai 10 juta wisatawan inbound ke ibu kota pada 2030, keberhasilan pivot ini bisa menjadi penentu daya saing perhotelan Beijing selama dekade mendatang.
Sumber: Travel Daily Media (China)