
Pemerintah Hong Kong mengumumkan perluasan besar-besaran dua skema kemudahan imigrasi unggulan yang akan mulai berlaku pada 1 Oktober 2026. Program pertama—Skema Kemudahan Imigrasi untuk Pengunjung yang Mengikuti Kegiatan Jangka Pendek di Sektor Tertentu (Skema STV)—memungkinkan para profesional asing masuk ke kota ini sebagai pengunjung selama maksimal 14 hari dan menerima remunerasi secara legal saat menjalankan pekerjaan yang sangat spesifik seperti berbicara di konferensi, berkompetisi dalam acara olahraga, atau melakukan riset akademis. Setelah tinjauan selama setahun, pemerintah menambahkan “kesejahteraan sosial” sebagai sektor ke-18 yang ditunjuk dan mengakreditasi lebih dari 40 organisasi tuan rumah baru di sektor keuangan, pendidikan tinggi, dan acara besar. Praktisnya, ini berarti peneliti kerja sosial, spesialis LSM, dan konsultan layanan perawatan kini bisa datang mendadak tanpa harus mengurus visa kerja terlebih dahulu—sebuah kemenangan penting bagi lembaga amal global dan perusahaan yang menjalankan program CSR regional dari Hong Kong.
Inisiatif kedua—Skema Kemudahan Imigrasi untuk Orang yang Diundang—awalnya hanya mencakup warga negara ASEAN. Mulai bulan depan, cakupan geografisnya meluas ke Asia Tengah (Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan) serta seluruh Dewan Kerjasama Teluk (Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab). Semua biro dan departemen Hong Kong, bukan hanya lima badan kebijakan ekonomi, akan berwenang mengeluarkan surat undangan. Tamu yang diundang mendapat kemudahan proses e-visa, aturan pendaftaran e-Channel yang lebih longgar, dan portal online tunggal yang menghilangkan pengisian data berulang.
Sejak peluncuran percontohan pada Juni 2022, Skema STV telah menyambut lebih dari 56.000 profesional asing dalam sekitar 9.500 kegiatan jangka pendek, mulai dari Forum Keuangan Asia hingga Hong Kong Sevens. Pemerintah berargumen bahwa perluasan skema ini akan membantu kota memenangkan acara-acara bergengsi dan memperkuat posisinya sebagai pusat layanan bisnis regional, terutama saat persaingan dari Singapura dan Dubai semakin ketat. Bagi perusahaan, poin utama adalah kecepatan operasional: tim HR dapat memindahkan spesialis ke Hong Kong dalam hitungan hari, bukan minggu, sehingga menghilangkan penundaan proyek yang mahal.
Tips praktis: (1) Pastikan entitas Hong Kong Anda terdaftar sebagai “organisasi yang berwenang” di situs web Departemen Imigrasi; (2) keluarkan surat undangan sesuai format pemerintah sebelum staf memesan tiket pesawat; (3) ingatkan karyawan bahwa batas 14 hari dihitung per kunjungan, bukan kumulatif, dan pelanggaran masa tinggal dapat membahayakan izin masuk di masa depan. Perusahaan multinasional juga disarankan meninjau kebijakan penggajian; meskipun honorarium diperbolehkan, pembayaran gaji biasa harus tetap mematuhi aturan pelaporan Direktorat Jenderal Pajak.
Inisiatif kedua—Skema Kemudahan Imigrasi untuk Orang yang Diundang—awalnya hanya mencakup warga negara ASEAN. Mulai bulan depan, cakupan geografisnya meluas ke Asia Tengah (Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan) serta seluruh Dewan Kerjasama Teluk (Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab). Semua biro dan departemen Hong Kong, bukan hanya lima badan kebijakan ekonomi, akan berwenang mengeluarkan surat undangan. Tamu yang diundang mendapat kemudahan proses e-visa, aturan pendaftaran e-Channel yang lebih longgar, dan portal online tunggal yang menghilangkan pengisian data berulang.
Sejak peluncuran percontohan pada Juni 2022, Skema STV telah menyambut lebih dari 56.000 profesional asing dalam sekitar 9.500 kegiatan jangka pendek, mulai dari Forum Keuangan Asia hingga Hong Kong Sevens. Pemerintah berargumen bahwa perluasan skema ini akan membantu kota memenangkan acara-acara bergengsi dan memperkuat posisinya sebagai pusat layanan bisnis regional, terutama saat persaingan dari Singapura dan Dubai semakin ketat. Bagi perusahaan, poin utama adalah kecepatan operasional: tim HR dapat memindahkan spesialis ke Hong Kong dalam hitungan hari, bukan minggu, sehingga menghilangkan penundaan proyek yang mahal.
Tips praktis: (1) Pastikan entitas Hong Kong Anda terdaftar sebagai “organisasi yang berwenang” di situs web Departemen Imigrasi; (2) keluarkan surat undangan sesuai format pemerintah sebelum staf memesan tiket pesawat; (3) ingatkan karyawan bahwa batas 14 hari dihitung per kunjungan, bukan kumulatif, dan pelanggaran masa tinggal dapat membahayakan izin masuk di masa depan. Perusahaan multinasional juga disarankan meninjau kebijakan penggajian; meskipun honorarium diperbolehkan, pembayaran gaji biasa harus tetap mematuhi aturan pelaporan Direktorat Jenderal Pajak.
Sumber: news.gov.hk