
Pejabat penerbangan Belgia telah membuka penyelidikan resmi setelah pesawat Airbus A320-neo Scandinavian Airlines (SAS), penerbangan SK2590 dari Brussels ke Kopenhagen, secara tidak sengaja mengarahkan pesawat ke taxiway paralel, bukan landasan pacu 07R, pada malam 5 Februari. Menurut laporan insiden, kru pesawat mempercepat hingga sekitar 100 knot sebelum menyadari kesalahan dan melakukan pembatalan lepas landas yang menghentikan pesawat hanya beberapa meter dari area penyimpanan bahan bakar bandara. Semua 165 penumpang berhasil dievakuasi dengan aman ke bus yang menunggu, dan pesawat kemudian ditahan untuk pemeriksaan teknis. (airportia.com)
Data awal menunjukkan pesawat menerima izin lepas landas saat masih berada di taxiway luar (E1). Penyidik dari Unit Investigasi Kecelakaan Udara Belgia akan memeriksa rekaman suara kokpit dan data penerbangan, rekaman ATC, pencahayaan dan rambu bandara, serta peran program perbaikan landasan pacu yang sedang berlangsung di Bandara Brussels. Maskapai mengonfirmasi kerja sama penuh dan telah menjadwalkan ulang penumpang yang terdampak.
Meski tidak ada penerbangan yang dibatalkan pada Jumat pagi, insiden nyaris tabrakan ini meningkatkan perhatian terhadap keselamatan pergerakan di darat di gerbang internasional tersibuk Belgia. Bandara Brussels melayani 10,4 juta penumpang pada 2025 dan bersiap menghadapi lonjakan musim panas setelah Sistem Masuk/Keluar biometrik Uni Eropa (EES) menjadi wajib pada April. Para ahli industri memperingatkan bahwa penundaan tambahan di darat akibat pemeriksaan perbatasan baru ini bisa memperbesar risiko pelanggaran landasan pacu jika kru menghadapi jadwal keberangkatan yang ketat.
Bagi manajer perjalanan korporat, kejadian ini menegaskan pentingnya pemantauan penerbangan secara real-time dan protokol perlindungan yang kuat. Perusahaan dengan staf yang transit di Brussels disarankan untuk memberi pengarahan tentang kemungkinan penundaan berantai dan menjaga fleksibilitas jadwal perjalanan selama penyelidikan berlangsung.
Data awal menunjukkan pesawat menerima izin lepas landas saat masih berada di taxiway luar (E1). Penyidik dari Unit Investigasi Kecelakaan Udara Belgia akan memeriksa rekaman suara kokpit dan data penerbangan, rekaman ATC, pencahayaan dan rambu bandara, serta peran program perbaikan landasan pacu yang sedang berlangsung di Bandara Brussels. Maskapai mengonfirmasi kerja sama penuh dan telah menjadwalkan ulang penumpang yang terdampak.
Meski tidak ada penerbangan yang dibatalkan pada Jumat pagi, insiden nyaris tabrakan ini meningkatkan perhatian terhadap keselamatan pergerakan di darat di gerbang internasional tersibuk Belgia. Bandara Brussels melayani 10,4 juta penumpang pada 2025 dan bersiap menghadapi lonjakan musim panas setelah Sistem Masuk/Keluar biometrik Uni Eropa (EES) menjadi wajib pada April. Para ahli industri memperingatkan bahwa penundaan tambahan di darat akibat pemeriksaan perbatasan baru ini bisa memperbesar risiko pelanggaran landasan pacu jika kru menghadapi jadwal keberangkatan yang ketat.
Bagi manajer perjalanan korporat, kejadian ini menegaskan pentingnya pemantauan penerbangan secara real-time dan protokol perlindungan yang kuat. Perusahaan dengan staf yang transit di Brussels disarankan untuk memberi pengarahan tentang kemungkinan penundaan berantai dan menjaga fleksibilitas jadwal perjalanan selama penyelidikan berlangsung.
Sumber: Airportia / Aviation Herald