
Dalam upaya meningkatkan daya saing di rute bisnis Eropa, Lufthansa memulai program retrofit multi-tahun untuk 38 pesawat Airbus A320 yang berbasis di Jerman. Pesawat pertama yang telah diperbarui—dengan registrasi D-AIZY—kembali beroperasi pada pertengahan Februari, dan maskapai mengonfirmasi program ini dalam siaran pers tanggal 21 Februari yang dipublikasikan oleh portal industri Jepang *Traicy*.
Pembaruan utama meliputi kursi Geven slimline dengan sandaran kepala yang dapat disesuaikan, kemiringan kursi yang lebih dalam di kabin Kelas Bisnis, serta port USB-A/C di setiap kursi. Bagasi atas kini 40 persen lebih besar, mengikuti konsep "Airspace" yang sudah diterapkan pada A350 dan Boeing 787 terbaru Lufthansa.
Setiap konversi memakan waktu sekitar 30 hari dan melibatkan lebih dari 1.000 komponen dari 100 pemasok. Meskipun merupakan peningkatan kosmetik, proyek ini memiliki arti strategis. Jaringan penerbangan jarak pendek Lufthansa dari Frankfurt dan Munich sangat penting untuk mendukung lalu lintas jarak jauh; kenyamanan ala premium economy dalam penerbangan singkat sekitar satu jam dapat memengaruhi kebijakan perjalanan korporat saat pembeli membandingkan Lufthansa dengan easyJet, Ryanair, dan kereta api.
Dari perspektif mobilitas global, retrofit ini mendukung upaya Jerman untuk tetap menjadi hub menarik bagi pelancong bisnis meski menghadapi persaingan kereta api yang meningkat dan berita pemogokan yang berulang. Manajer penugasan yang memesan rute intra-EU dapat mengharapkan standar kabin yang lebih konsisten di seluruh armada pada tahun 2029, namun disarankan untuk memeriksa tipe pesawat pada rotasi tertentu karena peluncuran akan dilakukan secara bertahap.
Retrofit ini juga sejalan dengan pesan keberlanjutan Lufthansa: kursi yang lebih ringan mengurangi konsumsi bahan bakar, membantu maskapai memenuhi target ReFuelEU Uni Eropa yang akan datang tanpa mengurangi frekuensi penerbangan di rute utama Jerman.
Pembaruan utama meliputi kursi Geven slimline dengan sandaran kepala yang dapat disesuaikan, kemiringan kursi yang lebih dalam di kabin Kelas Bisnis, serta port USB-A/C di setiap kursi. Bagasi atas kini 40 persen lebih besar, mengikuti konsep "Airspace" yang sudah diterapkan pada A350 dan Boeing 787 terbaru Lufthansa.
Setiap konversi memakan waktu sekitar 30 hari dan melibatkan lebih dari 1.000 komponen dari 100 pemasok. Meskipun merupakan peningkatan kosmetik, proyek ini memiliki arti strategis. Jaringan penerbangan jarak pendek Lufthansa dari Frankfurt dan Munich sangat penting untuk mendukung lalu lintas jarak jauh; kenyamanan ala premium economy dalam penerbangan singkat sekitar satu jam dapat memengaruhi kebijakan perjalanan korporat saat pembeli membandingkan Lufthansa dengan easyJet, Ryanair, dan kereta api.
Dari perspektif mobilitas global, retrofit ini mendukung upaya Jerman untuk tetap menjadi hub menarik bagi pelancong bisnis meski menghadapi persaingan kereta api yang meningkat dan berita pemogokan yang berulang. Manajer penugasan yang memesan rute intra-EU dapat mengharapkan standar kabin yang lebih konsisten di seluruh armada pada tahun 2029, namun disarankan untuk memeriksa tipe pesawat pada rotasi tertentu karena peluncuran akan dilakukan secara bertahap.
Retrofit ini juga sejalan dengan pesan keberlanjutan Lufthansa: kursi yang lebih ringan mengurangi konsumsi bahan bakar, membantu maskapai memenuhi target ReFuelEU Uni Eropa yang akan datang tanpa mengurangi frekuensi penerbangan di rute utama Jerman.
Sumber: Traicy Global