
Otoritas Bandara Hong Kong (AAHK) mengonfirmasi pada 31 Maret bahwa 15 maskapai penerbangan, sebagian besar melayani rute jarak pendek dan menengah, akan memindahkan operasi check-in mereka dari Terminal 1 ke Terminal 2 (T2) yang telah direnovasi secara menyeluruh secara bertahap mulai 27 Mei 2026. Langkah ini menandai tonggak penting dalam perluasan Sistem Tiga Landasan Pacu senilai HK$9 miliar dan menghidupkan kembali fasilitas yang telah ditutup sejak akhir 2019 untuk konstruksi. Hong Kong Airlines akan menjadi yang pertama pindah pada 27 Mei, diikuti oleh afiliasi grup AirAsia, Hainan Airlines, dan Thai Lion Air pada 28 Mei. IndiGo, VietJet, Bangkok Airways, dan Greater Bay Airlines menyusul pada awal Juni, dengan Cebu Pacific dan HK Express menyelesaikan pemindahan pada 10 Juni 2026. T2 terhubung langsung dengan Airport Express dan tempat parkir mobil enam lantai yang baru, serta nantinya akan menampung imigrasi keberangkatan, keamanan, area ritel, dan ruang drop bagasi otomatis. Bagi program perjalanan korporat, perubahan ini berarti titik drop-off baru, lokasi lounge frequent-flyer, dan tempat pertemuan bus antar-jemput. Manajer perjalanan diimbau untuk memperbarui jadwal karyawan dan aplikasi mobilitas; ground-handler WFS menyatakan akan mengeluarkan nomor konter yang diperbarui ke GDS pada pertengahan April. AAHK memperkirakan pemindahan ini akan membebaskan ruang di Terminal 1 untuk kapasitas penerbangan jarak jauh yang terus berkembang, seiring Cathay Pacific, Emirates, dan United menambah pesawat berbadan lebar tahun ini. Model kapasitas dari OAG menunjukkan 15 maskapai yang pindah tersebut menyumbang 18 persen kapasitas kursi HKIA pada Februari 2026. Pemindahan ke T2 diharapkan dapat mengurangi kemacetan pada jam sibuk dan memotong waktu koneksi minimum hingga delapan menit, faktor penting bagi penumpang yang menggunakan Hong Kong sebagai hub transit antara Asia Tenggara dan daratan Tiongkok.
Sumber: CAPA – Centre for Aviation