
Pemerintah Irlandia telah mengambil langkah tegas untuk menghapus batas lama jumlah penumpang di Bandara Dublin. Dalam rapat kabinet kemarin, Menteri Transportasi Darragh O’Brien mendapat persetujuan untuk menyusun RUU Kapasitas Penumpang Bandara Dublin 2026, yang memungkinkan dia mengubah atau mencabut batas 32 juta penumpang saat ini serta melarang penerapan batas sewenang-wenang di masa depan. Pembatasan ini awalnya diberlakukan sebagai syarat perencanaan saat Terminal 2 disetujui pada 2007, namun kini semakin dianggap oleh kelompok bisnis dan maskapai sebagai penghambat pemulihan pasca-pandemi dan daya saing Irlandia secara umum. Data industri menunjukkan urgensinya: bandara ini menangani sekitar 36,4 juta penumpang pada 2025, sudah melampaui batas yang ditetapkan. Oleh karena itu, undang-undang yang diusulkan memiliki dua tujuan—mengembalikan operasional ke dasar hukum yang jelas sekaligus menunjukkan bahwa negara ingin bandara utamanya sejajar dengan bandara-bandara besar seperti Amsterdam, Kopenhagen, dan Zurich. Penghapusan batas ini juga akan membuka proyek infrastruktur yang tertunda, mulai dari penambahan gerbang hingga rencana terminal ketiga, yang tidak bisa dilanjutkan tanpa kepastian tentang proyeksi pertumbuhan. Bagi perusahaan multinasional yang berkantor pusat di Irlandia, keputusan ini lebih dari sekadar angka. Mereka berulang kali memperingatkan bahwa keterbatasan konektivitas memaksa staf mereka melewati London atau hub kontinental lain, menambah biaya dan waktu untuk penugasan internasional. IBEC, lobi bisnis, memperkirakan setiap tambahan satu juta penumpang mendukung 1.000 pekerjaan langsung dan tidak langsung di sektor pariwisata, kargo, dan ekspor teknologi tinggi. Penolakan dari lingkungan dan komunitas lokal masih ada; kelompok warga di utara County Dublin mengkhawatirkan peningkatan kebisingan dan kualitas udara. Departemen Transportasi menegaskan bahwa penilaian dampak lingkungan akan dilakukan di setiap tahap perluasan dan kendala akses permukaan di jalan tol M50 akan diatasi melalui rencana jalur kereta Metrolink. Jika RUU ini disahkan oleh kedua majelis Oireachtas sebelum masa reses musim panas, operator bandara—DAA—berharap dapat mengajukan rencana induk infrastruktur terbaru sebelum akhir tahun. Maskapai seperti Aer Lingus dan Ryanair sudah menyatakan akan mengajukan slot tambahan untuk musim dingin IATA, menandakan frekuensi baru penerbangan transatlantik dan layanan lebih banyak di dalam Uni Eropa. Bagi manajer mobilitas global, peluang ketersediaan kursi lebih banyak dan tarif lebih rendah untuk rute ke Irlandia bisa sangat membantu dalam perencanaan anggaran penugasan tahun 2027.
Sumber: Travel Extra