
Pada 13 Juni, Dewan Banding Imigrasi (BIA) mengeluarkan keputusan penting dalam perkara Matter of Herrera-Núñez yang mengubah mekanisme permohonan “penangguhan pengusiran” darurat. Mulai sekarang, setiap orang asing yang berada di bawah perintah deportasi final dan mengajukan permohonan pembukaan kembali atau peninjauan ulang harus terlebih dahulu meminta penangguhan secara diskresioner kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) sebelum pengadilan imigrasi atau BIA mempertimbangkan permohonannya. Dewan beralasan bahwa DHS—bukan pengadilan—yang melaksanakan perintah pengusiran, sehingga DHS harus diberi kesempatan pertama untuk memutuskan apakah pengusiran harus dihentikan. Jika DHS menolak permohonan tersebut, BIA atau hakim imigrasi masih dapat memberikan bantuan, tetapi hanya setelah meninjau alasan tertulis dari departemen tersebut. Secara praktis, aturan ini menambahkan langkah prosedural baru yang harus diselesaikan oleh pengacara—seringkali dalam hitungan jam—ketika klien dijadwalkan untuk pengusiran segera. Manajer mobilitas korporat yang membantu karyawan dalam proses pengusiran harus memperhitungkan waktu prioritas DHS, mengumpulkan bukti tambahan sejak awal, dan siap mengajukan permohonan penangguhan paralel kepada Enforcement and Removal Operations. Para kritikus berpendapat perubahan ini akan menghabiskan waktu berharga dalam kasus suaka yang sangat krusial, sementara pendukungnya mengatakan aturan ini memperjelas peran yurisdiksi dan dapat mengurangi pengajuan berulang. Aturan ini berlaku untuk permohonan penangguhan yang diajukan mulai 12 Juni ke depan. Perusahaan yang mensponsori karyawan di pengadilan imigrasi harus segera memberi tahu pengacara tentang urutan baru ini. Kegagalan mengikuti langkah prioritas DHS dapat membuat permohonan penangguhan menjadi tidak sah dan memungkinkan deportasi dilanjutkan.