
Berbicara di Dewan Perwakilan pada malam 25 Juni, Menteri Kesehatan Neofytos Charalambides mengungkapkan bahwa rumah sakit umum di Siprus kekurangan sekitar 600 perawat. Untuk menghindari gangguan layanan, kementerian sedang menyusun regulasi yang memungkinkan rumah sakit mempekerjakan perawat berkualifikasi dari negara ketiga selama dua tahun dengan pengawasan ketat. Dalam rencana ini, perawat non-UE tidak boleh melebihi 10% dari total tenaga kerja di setiap fasilitas dan dilarang memegang posisi pengawas. Calon harus menunjukkan kemampuan bahasa Yunani tingkat B2, memiliki lisensi profesional yang diakui, dan lulus pemeriksaan latar belakang sebelum Departemen Catatan Sipil dan Imigrasi mengeluarkan izin tinggal dan kerja. Serikat pekerja sedang diajak berkonsultasi, namun pejabat menegaskan bahwa langkah ini bersifat darurat dan bukan pengganti rekrutmen lokal atau kampanye perekrutan di seluruh UE. Bagi praktisi mobilitas global, proposal ini menarik karena Siprus selama ini membatasi perekrutan dari negara ketiga untuk posisi sensitif di sektor publik. Kuota khusus perawat ini akan membuka jalur resmi—dengan standar bahasa dan keterampilan—yang nantinya bisa diikuti oleh penyedia layanan kesehatan swasta. Perusahaan harus mempersiapkan waktu pengakuan kredensial (saat ini 6–8 minggu) dan mempertimbangkan ujian lisensi medis yang mungkin diperlukan setelah tiba di Siprus. Pengumuman ini juga mengisyaratkan perubahan regulasi imigrasi di masa depan. Pejabat sedang mempertimbangkan apakah jalur cepat ‘Pekerjaan Berketerampilan Tinggi’ yang populer di kalangan perusahaan ICT bisa disesuaikan untuk profesi kritis seperti perawat, insinyur, dan perawatan lansia. Jika disetujui, aturan ini bisa berlaku sebelum musim puncak wisata, saat rumah sakit menghadapi lonjakan pasien musiman. Perusahaan yang mensponsori anggota keluarga pendamping harus memperhatikan bahwa tanggungan perawat akan mengikuti kerangka reunifikasi keluarga standar, yang mensyaratkan bukti tempat tinggal dan pendapatan minimum. Tim HR disarankan mulai menganggarkan biaya penerjemahan dan berkoordinasi dengan perwakilan diplomatik Siprus di negara asal untuk mengamankan visa masuk saat program ini dibuka.
Sumber: Cyprus Mail