
Penjaga Perbatasan Maritim Polandia memperingati ulang tahun pertama pengawasan sementara di perbatasannya dengan Jerman pada 8 Juli 2026, dengan merilis statistik yang menunjukkan betapa terganggunya mobilitas dalam Uni Eropa. Selama dua belas bulan terakhir, petugas menghentikan lebih dari 1,1 juta orang dan 520.000 kendaraan di sepanjang 170 kilometer perbatasan Pommern Barat. Mereka menolak masuk 165 pelancong—kebanyakan dari Ukraina, Suriah, India, dan Rusia—serta menangkap 35 penyelundup yang membantu migran menghindari aturan Schengen. Pengawasan ini diberlakukan kembali pada Juli 2025 setelah Jerman memperpanjang pemeriksaan internalnya, dengan alasan migrasi tidak teratur melalui Belarus dan Balkan Barat. Awalnya langkah keamanan selama 30 hari ini kini menjadi kebiasaan baru, menyulitkan ribuan pekerja yang tinggal di Szczecin tapi bekerja di Greifswald, serta perusahaan logistik Jerman yang mengandalkan pengiriman tepat waktu di jalan tol A11. Asosiasi angkutan barang Jerman, DSLV, melaporkan waktu tunggu truk rata-rata 45 menit, menambah biaya tenaga kerja dan bahan bakar sebesar €12 juta per tahun. Dinas pariwisata Mecklenburg-Pommern Barat mencatat penurunan 6% pengunjung Polandia di akhir pekan, berdampak pada pedagang di kota perbatasan seperti Pasewalk. Perusahaan mulai mengeluarkan “surat perbatasan” agar teknisi bisa menjelaskan keterlambatan kepada klien saat pemeriksaan mendadak berlangsung lama. Kedua pemerintah menegaskan pemeriksaan ini sah berdasarkan Pasal 25 Kode Perbatasan Schengen, namun Komisaris Urusan Dalam Negeri UE, Ylva Johansson, bulan lalu mendesak Berlin dan Warsawa untuk beralih ke “polisi berbasis risiko cerdas” daripada pengawasan menyeluruh. Para diplomat tengah menyusun rencana aksi bersama yang fokus pada patroli bersama dan pengenalan plat nomor otomatis, meski belum ada jadwal pasti. Bagi tim mobilitas global, yang perlu diingat adalah karyawan yang mengemudi mobil sewaan antara lokasi Jerman dan Polandia harus membawa paspor, izin tinggal, dan bukti akomodasi. Otoritas Polandia menyatakan salinan digital di ponsel tidak cukup; dokumen asli harus ditunjukkan jika diminta. Jadwal penugasan lintas batas mungkin perlu waktu tambahan hingga setidaknya Oktober, saat Warsawa akan meninjau kembali kebijakan ini.
Sumber: Straż Graniczna