
Dewan Perwakilan Rakyat Ceko telah mengonfirmasi di portal legislatifnya bahwa RUU No. 144 — Undang-Undang tentang Masuk dan Tinggal Warga Negara Asing yang diusulkan pemerintah — masih masuk dalam agenda sidang ke-27 DPR, dengan status terakhir tercatat pada 26 Juli 2026. Reformasi yang telah lama dinantikan ini, yang pertama kali diajukan pada bulan Maret, memperkenalkan satu aplikasi digital tunggal untuk visa jangka panjang, izin tinggal, dan otorisasi kerja terkait, menggantikan “stiker biometrik” kertas dengan kartu tinggal elektronik sepenuhnya, serta memperpendek waktu proses standar dari 90 menjadi 60 hari.
Jika disahkan tanpa perubahan, RUU ini juga akan memperketat aturan kepatuhan bagi pemberi kerja. Perusahaan yang mengirim staf ke Ceko selama lebih dari sepuluh hari dalam periode 30 hari harus mengajukan pemberitahuan secara online sebelum penugasan dimulai, sementara data penggajian akan otomatis terintegrasi ke dalam basis data orang asing Kementerian Dalam Negeri. Langkah ini sejalan dengan Laporan Bulanan Pemberi Kerja Tunggal (JMHZ) yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 dan bertujuan memberantas pekerjaan yang tidak dilaporkan.
Perubahan penting lainnya adalah pembentukan skema “sponsor terpercaya” untuk investor besar dan institusi riset. Organisasi yang terakreditasi dapat mengundang warga negara dari negara ketiga melalui jalur cepat yang menjanjikan slot janji temu di konsulat dalam waktu sepuluh hari dan persetujuan izin tinggal dalam waktu sesingkat 30 hari. Pemerintah berharap skema ini dapat menjaga daya saing Ceko dalam menarik talenta berketerampilan tinggi, terutama saat negara tetangga seperti Polandia dan Slovakia meluncurkan program serupa.
Namun, para praktisi hukum mencatat bahwa rancangan RUU ini masih mengharuskan kehadiran fisik di kedutaan untuk pengambilan sidik jari hingga Sistem Masuk/Keluar Uni Eropa (EES) beroperasi penuh di bandara Praha dan Brno akhir tahun ini. Mereka juga mengingatkan bahwa RUU ini tidak mengatur secara eksplisit perlakuan khusus bagi aplikasi yang sudah dalam proses, yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian bagi tim HR dengan tanggal mulai kerja pada musim gugur.
Senat diperkirakan akan membahas RUU ini segera setelah pemungutan suara akhir di DPR. Sumber pemerintah menyatakan bahwa target pelaksanaan tetap pada 1 Januari 2027, sehingga hanya tersisa enam bulan untuk menyusun peraturan pelaksana dan bagi pemberi kerja menyesuaikan prosedur internal penerimaan karyawan.
Jika disahkan tanpa perubahan, RUU ini juga akan memperketat aturan kepatuhan bagi pemberi kerja. Perusahaan yang mengirim staf ke Ceko selama lebih dari sepuluh hari dalam periode 30 hari harus mengajukan pemberitahuan secara online sebelum penugasan dimulai, sementara data penggajian akan otomatis terintegrasi ke dalam basis data orang asing Kementerian Dalam Negeri. Langkah ini sejalan dengan Laporan Bulanan Pemberi Kerja Tunggal (JMHZ) yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 dan bertujuan memberantas pekerjaan yang tidak dilaporkan.
Perubahan penting lainnya adalah pembentukan skema “sponsor terpercaya” untuk investor besar dan institusi riset. Organisasi yang terakreditasi dapat mengundang warga negara dari negara ketiga melalui jalur cepat yang menjanjikan slot janji temu di konsulat dalam waktu sepuluh hari dan persetujuan izin tinggal dalam waktu sesingkat 30 hari. Pemerintah berharap skema ini dapat menjaga daya saing Ceko dalam menarik talenta berketerampilan tinggi, terutama saat negara tetangga seperti Polandia dan Slovakia meluncurkan program serupa.
Namun, para praktisi hukum mencatat bahwa rancangan RUU ini masih mengharuskan kehadiran fisik di kedutaan untuk pengambilan sidik jari hingga Sistem Masuk/Keluar Uni Eropa (EES) beroperasi penuh di bandara Praha dan Brno akhir tahun ini. Mereka juga mengingatkan bahwa RUU ini tidak mengatur secara eksplisit perlakuan khusus bagi aplikasi yang sudah dalam proses, yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian bagi tim HR dengan tanggal mulai kerja pada musim gugur.
Senat diperkirakan akan membahas RUU ini segera setelah pemungutan suara akhir di DPR. Sumber pemerintah menyatakan bahwa target pelaksanaan tetap pada 1 Januari 2027, sehingga hanya tersisa enam bulan untuk menyusun peraturan pelaksana dan bagi pemberi kerja menyesuaikan prosedur internal penerimaan karyawan.