
Maskapai penerbangan dan bandara regional di China memulai tahun 2026 dengan gelombang rute internasional baru yang bertujuan mengembalikan konektivitas global ke level 2019. Hainan Airlines akan meluncurkan layanan harian Chongqing–Bangkok pada 12 Januari, diikuti oleh penerbangan Chongqing Airlines empat kali seminggu mulai 1 Februari (meningkat menjadi harian pada Maret). Sementara itu, Chengdu berencana membuka rute langsung ke Brussels pada Maret ini, sekaligus menambah frekuensi penerbangan ke Kuala Lumpur dan Sihanoukville.
Data dari Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) menunjukkan lalu lintas penumpang internasional tumbuh 21,6% secara tahunan pada 2025, mencapai lebih dari 90% dari volume sebelum pandemi Covid-19. Asia Tenggara kini menyumbang 73% dari penerbangan keluar China, menegaskan pentingnya koridor regional ini bagi pariwisata dan perjalanan rantai pasok.
Bagi manajer perjalanan korporat, penambahan kapasitas ini mengurangi tekanan pada ketersediaan kelas premium selama musim Pameran Canton dan memperpendek waktu transit bagi para insinyur yang bolak-balik antara pusat manufaktur Tier-2 dan pabrik ASEAN. Divisi kargo juga diuntungkan: ruang kargo baru mendukung ekspor tepat waktu elektronik bernilai tinggi dari lingkar ekonomi kembar Chongqing–Chengdu.
Otoritas bandara di Chongqing dan Chengdu menawarkan insentif slot dan jalur imigrasi cepat untuk menarik maskapai asing, menandakan persaingan yang semakin ketat antar kota pedalaman untuk menjadi gerbang generasi berikutnya China.
Tim perjalanan disarankan memperbarui panduan rute: tarif langsung Chongqing–Bangkok saat ini 18% lebih murah dibandingkan rute serupa lewat Guangzhou, sementara rute Chengdu–Brussels akan memangkas waktu transit pengiriman farmasi menjadi kurang dari 13 jam.
Data dari Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) menunjukkan lalu lintas penumpang internasional tumbuh 21,6% secara tahunan pada 2025, mencapai lebih dari 90% dari volume sebelum pandemi Covid-19. Asia Tenggara kini menyumbang 73% dari penerbangan keluar China, menegaskan pentingnya koridor regional ini bagi pariwisata dan perjalanan rantai pasok.
Bagi manajer perjalanan korporat, penambahan kapasitas ini mengurangi tekanan pada ketersediaan kelas premium selama musim Pameran Canton dan memperpendek waktu transit bagi para insinyur yang bolak-balik antara pusat manufaktur Tier-2 dan pabrik ASEAN. Divisi kargo juga diuntungkan: ruang kargo baru mendukung ekspor tepat waktu elektronik bernilai tinggi dari lingkar ekonomi kembar Chongqing–Chengdu.
Otoritas bandara di Chongqing dan Chengdu menawarkan insentif slot dan jalur imigrasi cepat untuk menarik maskapai asing, menandakan persaingan yang semakin ketat antar kota pedalaman untuk menjadi gerbang generasi berikutnya China.
Tim perjalanan disarankan memperbarui panduan rute: tarif langsung Chongqing–Bangkok saat ini 18% lebih murah dibandingkan rute serupa lewat Guangzhou, sementara rute Chengdu–Brussels akan memangkas waktu transit pengiriman farmasi menjadi kurang dari 13 jam.
Sumber: Global Times