
Pada 20 April, Asosiasi Kokpit Eropa (ECA), yang mewakili 44.000 pilot di seluruh benua, mengeluarkan pernyataan tegas yang menyatakan bahwa memburuknya hubungan kerja di Lufthansa dapat "mengancam mekanisme umpan balik keselamatan yang sudah mapan". Asosiasi ini menuduh maskapai tersebut membatasi partisipasi ahli keselamatan yang ditunjuk serikat pekerja dalam dewan manajemen risiko internal—forum yang menyampaikan data insiden ke Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) dan regulator nasional, termasuk Kantor Penerbangan Sipil Federal Swiss (FOCA). Mengapa hal ini penting di Swiss? Lufthansa dan SWISS menjalankan model hub-and-spoke yang sangat terintegrasi; lebih dari sepertiga keberangkatan dari Zurich menggunakan nomor penerbangan Lufthansa atau Eurowings, dan manual teknis Lufthansa menjadi dasar banyak prosedur bersama. Wakil Presiden ECA, Paul Reuter, memperingatkan bahwa “jika kerja sama keselamatan dibekukan, risiko berantai akan menyebar ke seluruh jaringan Grup Lufthansa, termasuk penerbangan ke dan dari Swiss.” Konsultan risiko perjalanan Swiss mencatat bahwa kebijakan tanggung jawab perusahaan semakin mengacu pada Sistem Manajemen Keselamatan maskapai saat menyetujui rute perjalanan. Peringatan resmi dari ECA bisa memicu tinjauan internal di perusahaan multinasional, yang berpotensi mengalihkan pemesanan ke Air France-KLM atau British Airways untuk staf penting sampai perselisihan ini mereda. FOCA mengatakan kepada Global Mobility News bahwa mereka “memantau situasi dengan cermat” dan akan meminta jaminan dari Lufthansa dan SWISS bahwa komite keselamatan bersama tetap berfungsi penuh. Regulator menambahkan bahwa setiap perubahan signifikan harus dilaporkan sesuai ketentuan Lampiran 19 ICAO. Apa yang harus dilakukan manajer mobilitas sekarang: 1) Minta TMC untuk menandai pemesanan Grup Lufthansa bagi pelancong dengan proyek yang tidak boleh tertunda; 2) Pastikan dana tiket darurat memungkinkan penggantian tiket mendadak dengan maskapai lain; 3) Sampaikan kepada pelancong bahwa tidak ada ancaman keselamatan teknis langsung, namun pengawasan tambahan bisa menyebabkan penyesuaian jadwal secara mendadak.
Sumber: Aviation24