
Berbicara di Huelva pada 25 Juni, Menteri Inklusi dan Migrasi Spanyol, Elma Saiz, menyebut program pekerja musiman GECCO dan jalur pelatihan Wafira II yang didanai Uni Eropa sebagai ‘formula sukses’. Program ini membawa 225 perempuan Maroko setiap musim untuk memetik buah-buahan lunak, menggabungkan pekerjaan dengan pelatihan kewirausahaan, serta mendukung mereka kembali ke tanah air untuk memulai usaha. Migrasi sirkular menjadi pilar utama reformasi pekerja asing Spanyol 2025, yang menambahkan jalur legal untuk visa musiman berulang dan mempermudah sponsor dari pemberi kerja. Menurut Saiz, 80% peserta GECCO berasal dari Maroko dan tingkat retensi di kalangan petani melebihi 95%. International Centre for Migration Policy Development (ICMPD) memberikan pengawasan teknis, sementara koperasi Andalusia mengelola logistik di lapangan. Bagi perusahaan yang bergantung pada puncak musim pertanian, perhotelan, atau konstruksi, model ini menunjukkan bagaimana kesepakatan tenaga kerja bilateral dapat mengisi kekurangan tanpa imigrasi permanen. Tim HR perlu mencatat bahwa pelamar harus menyelesaikan pelatihan pra-keberangkatan dan terikat pada pemberi kerja tertentu, sehingga mengurangi pergantian di tengah musim. Modul Wafira II juga sejalan dengan target ESG: peserta mempelajari literasi keuangan dan kepemimpinan sebelum kembali ke Maroko dengan modal awal. Perusahaan di Spanyol dapat menggunakan proyek ini sebagai bukti pencapaian dampak sosial. Saiz mengisyaratkan bahwa skema serupa dengan negara asal lain sedang dalam negosiasi, membuka peluang baru untuk mobilitas teratur dan berbasis permintaan di luar Eropa.
Sumber: Europa Press