
Bandara Brussels tengah merasakan tekanan akibat sistem Entry/Exit System (EES) yang akan diberlakukan di Eropa. Menurut juru bicara bandara, Nathalie Pierard, penumpang dari luar Wilayah Ekonomi Eropa harus antre hingga lima jam di pos pemeriksaan paspor pada beberapa hari dengan lalu lintas puncak pekan lalu. Kemacetan ini terjadi setelah bandara memutuskan menonaktifkan kios swalayan untuk warga AS, Inggris, dan negara bebas visa lainnya agar dapat bermigrasi ke platform biometrik EES yang wajib digunakan semua negara Schengen mulai 2027.
Sebelumnya, banyak pengunjung jarak jauh bisa mendaftar terlebih dahulu di kios dan melewati gerbang otomatis, sehingga petugas hanya perlu melakukan cap cepat secara langsung. Sejak 20 September, para pelancong ini diarahkan ke loket yang dijaga petugas sementara kios diperbarui dengan pemindai sidik jari dan kamera foto langsung sesuai aturan teknis EES. Kepolisian Federal yang menangani kontrol perbatasan mengakui transisi ini membuat mereka kekurangan personel: hanya 70% dari 120 petugas tambahan yang diminta untuk EES telah menyelesaikan pelatihan.
Bagi manajer mobilitas global, dampak operasionalnya langsung terasa. Perusahaan multinasional dengan kantor regional di Belgia melaporkan adanya keterlambatan kereta dan rapat bagi eksekutif yang berkunjung. Beberapa perusahaan mulai menginstruksikan agar jadwal penerbangan kedatangan diatur sebelum pukul 08.00 atau setelah pukul 20.00, saat antrean paling singkat, serta memesan tiket kereta fleksibel ke Antwerp atau Ghent. Perusahaan manajemen perjalanan CWT menyebut waktu rata-rata dari bandara ke hotel untuk klien non-UE naik dari 65 menit pada Agustus menjadi 148 menit pekan lalu.
Menteri Dalam Negeri Belgia, Bernard Quintin, berjanji akan memberikan “solusi struktural” sebelum liburan sekolah musim gugur, termasuk jalur sementara untuk diplomat dan pemegang kartu pelancong bisnis, serta percepatan perekrutan polisi perbatasan bilingual. Maskapai juga melobi Uni Eropa agar penggunaan kios tetap diperbolehkan secara terbatas selama masa transisi, dengan alasan proses manual penuh tidak dapat dipertahankan di bandara hub.
Secara praktis, perusahaan disarankan untuk mengingatkan staf dan penugasan yang datang agar: (1) menyediakan waktu minimal tiga jam antara waktu mendarat dan perjalanan domestik selanjutnya, (2) membawa bukti tiket lanjutan dan akomodasi untuk mempercepat pemeriksaan tambahan, dan (3) mempertimbangkan Bandara Brussels South (Charleroi) atau Amsterdam Schiphol untuk jadwal yang sangat ketat sampai situasi stabil.
Kejadian ini menjadi peringatan awal tentang gesekan operasional yang mungkin terjadi saat peluncuran EES di seluruh zona Schengen tahun depan.
Sebelumnya, banyak pengunjung jarak jauh bisa mendaftar terlebih dahulu di kios dan melewati gerbang otomatis, sehingga petugas hanya perlu melakukan cap cepat secara langsung. Sejak 20 September, para pelancong ini diarahkan ke loket yang dijaga petugas sementara kios diperbarui dengan pemindai sidik jari dan kamera foto langsung sesuai aturan teknis EES. Kepolisian Federal yang menangani kontrol perbatasan mengakui transisi ini membuat mereka kekurangan personel: hanya 70% dari 120 petugas tambahan yang diminta untuk EES telah menyelesaikan pelatihan.
Bagi manajer mobilitas global, dampak operasionalnya langsung terasa. Perusahaan multinasional dengan kantor regional di Belgia melaporkan adanya keterlambatan kereta dan rapat bagi eksekutif yang berkunjung. Beberapa perusahaan mulai menginstruksikan agar jadwal penerbangan kedatangan diatur sebelum pukul 08.00 atau setelah pukul 20.00, saat antrean paling singkat, serta memesan tiket kereta fleksibel ke Antwerp atau Ghent. Perusahaan manajemen perjalanan CWT menyebut waktu rata-rata dari bandara ke hotel untuk klien non-UE naik dari 65 menit pada Agustus menjadi 148 menit pekan lalu.
Menteri Dalam Negeri Belgia, Bernard Quintin, berjanji akan memberikan “solusi struktural” sebelum liburan sekolah musim gugur, termasuk jalur sementara untuk diplomat dan pemegang kartu pelancong bisnis, serta percepatan perekrutan polisi perbatasan bilingual. Maskapai juga melobi Uni Eropa agar penggunaan kios tetap diperbolehkan secara terbatas selama masa transisi, dengan alasan proses manual penuh tidak dapat dipertahankan di bandara hub.
Secara praktis, perusahaan disarankan untuk mengingatkan staf dan penugasan yang datang agar: (1) menyediakan waktu minimal tiga jam antara waktu mendarat dan perjalanan domestik selanjutnya, (2) membawa bukti tiket lanjutan dan akomodasi untuk mempercepat pemeriksaan tambahan, dan (3) mempertimbangkan Bandara Brussels South (Charleroi) atau Amsterdam Schiphol untuk jadwal yang sangat ketat sampai situasi stabil.
Kejadian ini menjadi peringatan awal tentang gesekan operasional yang mungkin terjadi saat peluncuran EES di seluruh zona Schengen tahun depan.
Sumber: The Brussels Times