
Libur tiga hari Festival Chung Yeung yang berakhir pada 19 Oktober mencatatkan 1,256 juta pergerakan penumpang di titik kontrol Hong Kong—salah satu hari tersibuk sejak sebelum pandemi 2019. Data dari Departemen Imigrasi menunjukkan 860.447 kedatangan dan 395.657 keberangkatan, menegaskan kembali minat warga kota untuk perjalanan rekreasi jarak pendek ke Daratan. Lo Wu kembali menjadi yang teratas dengan 166.579 kedatangan dan 76.412 keberangkatan. Shenzhen Bay (140.103 kedatangan) dan Lok Ma Chau Spur Line (127.769 kedatangan) mengikuti di belakang, sementara Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Makau mencatat sedikit lebih dari 102.000 kedatangan. Menariknya, Pelabuhan Huanggang yang baru direnovasi—masih dalam bulan pertama operasional—mencatat 78.968 kedatangan dan 37.699 keberangkatan, menunjukkan adopsi cepat meski sempat ada berita pengendalian kerumunan pada Sabtu.
Bagi para pemberi kerja, angka ini memiliki dua implikasi. Pertama, perencanaan cuti di sekitar hari libur Hong Kong dan Daratan kembali menjadi penting; tim HR harus mengantisipasi banyak staf yang menambahkan cuti tahunan pada libur resmi. Kedua, perjalanan bisnis satu hari ke Shenzhen atau Guangzhou bisa menghadapi antrean hingga berjam-jam jika jadwal kurang tepat. Perusahaan semakin mengadopsi kebijakan kerja fleksibel dan alat penjadwalan maju yang mengintegrasikan data terbuka Departemen Imigrasi untuk mengarahkan pelancong ke waktu-waktu tidak sibuk.
Pihak berwenang mengaitkan kelancaran arus dengan periode libur yang bergantian antara Hong Kong dan Guangdong, serta peluncuran data antrean real-time di platform Easy Boundary. Namun, skala pergerakan yang besar—lebih dari 730.000 penduduk Hong Kong kembali ke kota pada hari Senin—menunjukkan bahwa infrastruktur fisik hanyalah separuh dari tantangan. Konsultan mobilitas menyatakan bahwa peramalan permintaan untuk acara besar seperti Pertemuan Menteri Keuangan APEC mendatang harus memanfaatkan data ponsel dan tiket untuk mengalokasikan kapasitas transportasi secara dinamis.
Ke depan, pemerintah akan menerbitkan tinjauan pasca-liburan minggu depan. Indikasi awal menunjukkan bahwa ruang tunggu Lo Wu yang bergaya tahun 1990-an masih menjadi titik kemacetan, memperkuat alasan untuk pembangunan ulang yang sudah lama direncanakan. Untuk saat ini, pelancong bisnis disarankan menambahkan setidaknya 45 menit ekstra dalam jadwal Lo Wu selama puncak festival, atau memilih rute melalui Jembatan Zhuhai yang kapasitasnya belum dimanfaatkan secara maksimal.
Bagi para pemberi kerja, angka ini memiliki dua implikasi. Pertama, perencanaan cuti di sekitar hari libur Hong Kong dan Daratan kembali menjadi penting; tim HR harus mengantisipasi banyak staf yang menambahkan cuti tahunan pada libur resmi. Kedua, perjalanan bisnis satu hari ke Shenzhen atau Guangzhou bisa menghadapi antrean hingga berjam-jam jika jadwal kurang tepat. Perusahaan semakin mengadopsi kebijakan kerja fleksibel dan alat penjadwalan maju yang mengintegrasikan data terbuka Departemen Imigrasi untuk mengarahkan pelancong ke waktu-waktu tidak sibuk.
Pihak berwenang mengaitkan kelancaran arus dengan periode libur yang bergantian antara Hong Kong dan Guangdong, serta peluncuran data antrean real-time di platform Easy Boundary. Namun, skala pergerakan yang besar—lebih dari 730.000 penduduk Hong Kong kembali ke kota pada hari Senin—menunjukkan bahwa infrastruktur fisik hanyalah separuh dari tantangan. Konsultan mobilitas menyatakan bahwa peramalan permintaan untuk acara besar seperti Pertemuan Menteri Keuangan APEC mendatang harus memanfaatkan data ponsel dan tiket untuk mengalokasikan kapasitas transportasi secara dinamis.
Ke depan, pemerintah akan menerbitkan tinjauan pasca-liburan minggu depan. Indikasi awal menunjukkan bahwa ruang tunggu Lo Wu yang bergaya tahun 1990-an masih menjadi titik kemacetan, memperkuat alasan untuk pembangunan ulang yang sudah lama direncanakan. Untuk saat ini, pelancong bisnis disarankan menambahkan setidaknya 45 menit ekstra dalam jadwal Lo Wu selama puncak festival, atau memilih rute melalui Jembatan Zhuhai yang kapasitasnya belum dimanfaatkan secara maksimal.
Sumber: DotDotNews