1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. Amerika Serikat
  4. /
  5. Pemerintahan Trump Melipatgandakan Kuota H-2B Tahun Anggaran 2026, Menambah 65.000 Visa Pekerja Musiman

Pemerintahan Trump Melipatgandakan Kuota H-2B Tahun Anggaran 2026, Menambah 65.000 Visa Pekerja Musiman

Feb 1, 2026
·
Pemerintahan Trump Melipatgandakan Kuota H-2B Tahun Anggaran 2026, Menambah 65.000 Visa Pekerja Musiman
Pengusaha di AS yang mengandalkan tenaga kerja musiman mendapat keringanan di tengah musim dingin. Dalam aturan sementara yang diterbitkan di Federal Register pada 31 Januari, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dan Departemen Tenaga Kerja (DOL) mengizinkan tambahan 65.000 visa H-2B untuk sisa tahun fiskal 2026—hampir menggandakan batas hukum sebanyak 66.000 visa. Visa tambahan ini akan dibagikan dalam tiga tahap agar bisnis dengan musim kerja yang berbeda (misalnya, lanskap di musim semi dan perhotelan di musim panas) dapat bersaing mendapatkan pekerja.

Untuk memenuhi syarat, perusahaan harus menyatakan bahwa mereka akan mengalami "kerugian yang tidak dapat diperbaiki" tanpa tenaga kerja asing dan harus tetap mematuhi aturan upah dan jam kerja DOL. Sebanyak 46.000 visa baru dialokasikan untuk “pekerja yang kembali” yang pernah memegang status H-2B dalam tiga tahun fiskal terakhir, guna mengurangi biaya pelatihan dan mencegah penipuan. Sisanya diperuntukkan bagi warga Guatemala, El Salvador, Honduras, dan Haiti, sesuai dengan strategi pemerintah yang mengarahkan migrasi legal dari wilayah Amerika Barat.

Pemerintahan Trump Melipatgandakan Kuota H-2B Tahun Anggaran 2026, Menambah 65.000 Visa Pekerja Musiman


Permintaan tenaga kerja H-2B melonjak tajam karena tingkat pengangguran mendekati titik terendah sejarah dan tekanan upah terus berlanjut. Industri seperti konstruksi, pengolahan hasil laut, perhotelan, dan taman hiburan luar ruangan menyatakan tidak dapat memenuhi permintaan pelanggan tanpa pekerja asing jangka pendek. Pada tahun fiskal 2025, USCIS menerima permintaan visa hampir tiga kali lipat dari kuota yang tersedia. Kelompok bisnis telah gencar melobi untuk mendapatkan keringanan sebelum musim panas yang sibuk, dengan alasan kekurangan tenaga kerja dapat menggagalkan proyeksi pendapatan dan menghambat persiapan Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan bersama oleh AS.

Perluasan kuota ini disertai dengan pengawasan yang lebih ketat. Pemohon harus mengajukan pernyataan tambahan ke DOL dan dapat dikenai inspeksi mendadak di tempat kerja. DHS juga menegaskan akan berbagi data permohonan dengan Administrasi Jaminan Sosial dan lembaga tenaga kerja negara bagian untuk mengawasi pencurian upah dan penipuan dokumen. Pengusaha yang melanggar aturan program dapat dilarang mengajukan permohonan selama tiga tahun dan dikenai denda sipil sebesar US$16.000 per pelanggaran.

Bagi manajer mobilitas global, pesannya jelas: bertindak cepat. Permohonan dapat diajukan mulai 15 Februari, dan secara historis kuota tambahan ini habis dalam hitungan hari. Perusahaan harus segera mengidentifikasi pekerja yang memenuhi syarat, memastikan dokumen upah sesuai standar, dan berkoordinasi dengan penasihat imigrasi agar dapat mengajukan permohonan tepat waktu. Organisasi yang terlambat harus menunggu hingga tahun fiskal 2027 atau mencari kategori visa lain yang seringkali lebih mahal untuk menutupi kekurangan tenaga kerja.
Sumber: Reuters via India Today

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Amerika Serikat.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×