
Anak perusahaan Cathay Cargo, Air Hong Kong, telah menambah satu pesawat kargo Airbus A330-300 hasil konversi, sehingga armada khusus kargo mereka kini berjumlah sebelas pesawat. Diumumkan pada 23 Juni, jet bermesin ganda ini akan mengoperasikan rute malam antara Hong Kong, Taipei, Hanoi, dan Manila, menambah kapasitas 60 ton per malam. Langkah ini memperkuat posisi Hong Kong sebagai pusat kargo tersibuk di dunia—posisi yang juga ditegaskan oleh statistik ACI World 2024 yang dirilis pada hari yang sama. Penambahan kapasitas ini mendukung ekspor e-commerce yang sangat mendesak dari wilayah selatan China dan sejalan dengan program pembaruan armada Cathay Group senilai HK$100 miliar, termasuk pesanan pesawat kargo Airbus A350F yang akan mulai beroperasi pada 2028. Pelaku logistik seperti DHL dan SF Express—kedua pelanggan blok ruang jangka panjang—menyambut baik penambahan kapasitas ini, yang diyakini akan mengurangi kemacetan selama peluncuran produk elektronik kuartal ketiga. Para pengirim barang mencatat bahwa pengguna Hong Kong sebagai pintu pengiriman ulang ke Asia Tenggara akan mendapatkan manfaat terbesar. Dari sisi mobilitas, manajer ekspatriat yang memindahkan lini perakitan teknologi ke Vietnam dan Filipina akan mendapatkan aliran suku cadang yang lebih andal, sehingga mengurangi risiko keterlambatan proyek. Otoritas Bandara Hong Kong memprediksi volume kargo bisa melampaui 5,3 juta ton pada 2026 jika kapasitas ruang kargo perut pesawat juga tetap kuat. Peringatan: perusahaan dengan kebijakan “kirim atau bawa sendiri” mungkin perlu mempertimbangkan kembali opsi bawa sendiri karena kapasitas yang semakin ketat; perjanjian blok ruang yang sudah dikunci sekarang akan menjamin tarif lebih baik menjelang lonjakan permintaan pada Singles’ Day.
Sumber: Travel and Tour World