
Pengendara yang mendekati perbatasan Austria di jalan tol Jerman A93 menghadapi kondisi macet pada 24 Juni saat Tirol memberlakukan pembatasan lalu lintas truk berat (Lkw-Blockabfertigung) pagi itu, membatasi arus kendaraan barang ke lembah Inntal. Laporan dari Reisereporter pukul 06:10 menunjukkan antrean lebih dari sepuluh kilometer di utara Kiefersfelden, dengan dampak kemacetan yang meluas hingga A8 Inntaldreieck. Sistem pembatasan ini, yang diperkenalkan pada 2019 untuk melindungi koridor A12 dari polusi dan kemacetan, hanya mengizinkan 250–300 truk per jam melintasi dari Jerman. Meskipun efektif menjaga kelancaran lalu lintas di lembah Inn, kebijakan ini memindahkan waktu tunggu dan emisi ke wilayah Bayern, yang membuat pengemudi truk Jerman dan warga lokal merasa frustrasi. Bagi perusahaan yang mengirim barang dengan jadwal ketat antara Munich dan Eropa Timur, melewatkan fase hijau bisa menyebabkan keterlambatan hingga tiga jam dan melanggar aturan jam kerja pengemudi UE. Kendaraan penumpang tidak dibatasi secara resmi, namun harus berbagi jalur yang menyempit dengan truk yang berhenti dan sering menghadapi pemeriksaan paspor mendadak terkait pengecualian sementara Schengen Austria. Manajer mobilitas yang mengatur perjalanan staf ke pabrik atau resor ski di Tirol disarankan mengingatkan agar membawa paspor fisik, bukan hanya kartu identitas nasional, untuk mempercepat pemeriksaan. Pemerintah Tirol telah merilis kalender pembatasan hingga Oktober 2026; hari-hari puncak yang perlu diperhatikan antara lain 1 Juli, 8 Agustus, dan beberapa Jumat sebelum hari libur nasional Italia. Perencana logistik disarankan untuk mengurus dokumen bea cukai secara elektronik sebelumnya, menjadwalkan ulang waktu muat ke malam hari, atau mengalihkan rute melalui Walserberg di Salzburg jika muatan memungkinkan. Ke depan, Wina dan Berlin terus bernegosiasi solusi bilateral jangka panjang yang menggabungkan kuota truk Euro-6 yang lebih ketat dengan insentif penggunaan kereta api rolling-highway.
Sumber: Reisereporter