
Dalam Pidato Kebijakan 2026 yang disampaikan pada 16 September, Kepala Eksekutif John Lee mengumumkan Visa Pelatihan Jangka Pendek baru yang memungkinkan para profesional asing datang ke Hong Kong untuk mengikuti program pelatihan yang diakui pemerintah selama maksimal 12 bulan. Menurut pejabat yang dikutip oleh South China Morning Post, Departemen Imigrasi ditugaskan untuk menyusun kerangka hukum agar visa ini dapat mulai diajukan paling cepat pada kuartal pertama 2027.
Kategori baru ini merupakan bagian dari paket “pencarian bakat” yang lebih luas, yang juga menyoroti lima akademi khusus sektor—meliputi perhotelan, keuangan, kepolisian, penerbangan, dan inovasi—yang akan menampung peserta internasional. Dengan menawarkan izin khusus ini, bukan menggunakan visa kerja atau pelajar yang sudah ada, pemerintah berharap dapat menghilangkan birokrasi bagi perusahaan yang perlu memutar staf melalui kursus intensif, simulasi, atau program eksekutif yang berlangsung beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Para pemberi kerja di bidang penerbangan, layanan maritim, dan kepatuhan keuangan—tiga industri di mana Hong Kong memposisikan diri sebagai pusat regional—telah lama mengeluhkan kuota pelatihan standar kota ini (di bawah Skema Penerimaan Bakat dan Profesional dari Daratan) yang kurang fleksibel untuk penugasan jangka pendek. Direktur HR mengatakan visa khusus ini akan memangkas waktu proses dari enam hingga delapan minggu menjadi “kurang dari dua minggu,” memungkinkan mereka merespons permintaan klien dan perubahan regulasi dengan lebih cepat.
Bagi manajer mobilitas global, implikasi praktisnya sangat besar. Perusahaan dapat menugaskan staf junior untuk pelatihan langsung tanpa harus membuktikan kekurangan tenaga kerja lokal, sementara peserta pelatihan dapat membuka rekening bank lokal dan mendapatkan kartu identitas Hong Kong—yang penting untuk mengakses layanan elektronik dan perumahan. Penyedia layanan relokasi sebaiknya mulai menyarankan klien untuk merencanakan kalender pelatihan mendatang agar dapat mengajukan permohonan visa secara massal setelah Departemen Imigrasi merilis pedoman operasional, yang diperkirakan keluar pada Desember 2026.
Secara keseluruhan, skema ini memperkuat ambisi Hong Kong untuk memposisikan diri sebagai “pusat pelatihan regional” bagi perusahaan multinasional di kawasan Asia-Pasifik.
Kategori baru ini merupakan bagian dari paket “pencarian bakat” yang lebih luas, yang juga menyoroti lima akademi khusus sektor—meliputi perhotelan, keuangan, kepolisian, penerbangan, dan inovasi—yang akan menampung peserta internasional. Dengan menawarkan izin khusus ini, bukan menggunakan visa kerja atau pelajar yang sudah ada, pemerintah berharap dapat menghilangkan birokrasi bagi perusahaan yang perlu memutar staf melalui kursus intensif, simulasi, atau program eksekutif yang berlangsung beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Para pemberi kerja di bidang penerbangan, layanan maritim, dan kepatuhan keuangan—tiga industri di mana Hong Kong memposisikan diri sebagai pusat regional—telah lama mengeluhkan kuota pelatihan standar kota ini (di bawah Skema Penerimaan Bakat dan Profesional dari Daratan) yang kurang fleksibel untuk penugasan jangka pendek. Direktur HR mengatakan visa khusus ini akan memangkas waktu proses dari enam hingga delapan minggu menjadi “kurang dari dua minggu,” memungkinkan mereka merespons permintaan klien dan perubahan regulasi dengan lebih cepat.
Bagi manajer mobilitas global, implikasi praktisnya sangat besar. Perusahaan dapat menugaskan staf junior untuk pelatihan langsung tanpa harus membuktikan kekurangan tenaga kerja lokal, sementara peserta pelatihan dapat membuka rekening bank lokal dan mendapatkan kartu identitas Hong Kong—yang penting untuk mengakses layanan elektronik dan perumahan. Penyedia layanan relokasi sebaiknya mulai menyarankan klien untuk merencanakan kalender pelatihan mendatang agar dapat mengajukan permohonan visa secara massal setelah Departemen Imigrasi merilis pedoman operasional, yang diperkirakan keluar pada Desember 2026.
Secara keseluruhan, skema ini memperkuat ambisi Hong Kong untuk memposisikan diri sebagai “pusat pelatihan regional” bagi perusahaan multinasional di kawasan Asia-Pasifik.
Sumber: South China Morning Post
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Hong Kong.Lebih Banyak Dari Hong Kong
Lihat semua
Departemen Imigrasi Luncurkan Aplikasi ‘Go Hong Kong’ untuk Pendaftaran e-Channel Jarak Jauh
HK Express Jadwalkan Pemeliharaan Sistem Malam Hari, Layanan Online Tidak Tersedia 16–17 September