
Para pelancong bisnis dan rekreasi yang kembali setelah liburan Tahun Baru menghadapi awal yang sulit di tahun 2026 karena Sistem Masuk/Keluar (EES) baru yang diterapkan di Spanyol kewalahan menghadapi tekanan musim puncak.
Menurut peringatan yang dikirim Ryanair melalui email pada 31 Desember, antrean pemeriksaan paspor untuk penerbangan ke Inggris dan Irlandia di Málaga-Costa del Sol dan beberapa pintu masuk Spanyol lainnya kini “jauh lebih panjang dari biasanya” dan sudah menyebabkan beberapa penumpang ketinggalan penerbangan mereka. Maskapai berbiaya rendah ini menganjurkan penumpang untuk tiba di bandara tiga jam sebelum keberangkatan dan langsung menuju ke pemeriksaan keamanan dan imigrasi setelah menyerahkan bagasi.
EES, yang mulai diterapkan secara bertahap di seluruh Uni Eropa sejak 12 Oktober 2025, menggantikan cap manual dengan pendaftaran biometrik (empat sidik jari dan foto wajah) untuk setiap warga negara non-Schengen yang masuk atau keluar dari Wilayah Schengen. Meskipun pendaftaran pertama seharusnya memakan waktu kurang dari tiga menit per penumpang, kekurangan staf dan gangguan perangkat lunak yang berulang membuat waktu proses membengkak menjadi sepuluh menit atau lebih selama puncak liburan, menurut serikat polisi bandara kepada media lokal. Akibatnya, di Málaga pekan lalu terjadi antrean hingga 1.200 penumpang per jam yang harus melewati kios yang hanya dirancang untuk 450 orang.
Bagi manajer mobilitas korporat, kekacauan ini lebih dari sekadar ketidaknyamanan. Keterlambatan penerbangan lanjutan berdampak pada jadwal hotel, pertemuan, dan proyek, sementara waktu tunggu yang tidak pasti menyulitkan perencanaan dan penganggaran tugas yang melibatkan perjalanan lintas batas yang sering. Beberapa perusahaan sudah mulai mengarahkan karyawan mereka melalui jalur cepat di Madrid dan Barcelona atau melalui hub internal Uni Eropa untuk menghindari kemacetan yang berasal dari Spanyol—namun jalur ini juga berisiko penuh jika masalah berlanjut.
Operator bandara Spanyol, Aena, menyatakan kemacetan ini “bagian dari masa penyesuaian normal” dan meyakinkan bahwa kelancaran akan meningkat seiring bertambahnya kios dan staf yang menyelesaikan pelatihan wajib. Namun, badan industri ACI Europe memperingatkan bahwa mulai 9 Januari, proporsi penumpang yang harus menjalani perekaman biometrik penuh akan naik dari 10% menjadi 35%, yang berpotensi memperpanjang waktu tunggu hingga 70%.
Saran praktis bagi pelancong sangat tegas: siapkan waktu ekstra dalam jadwal untuk penerbangan dari Spanyol ke tujuan non-Schengen, daftar terlebih dahulu di jalur cepat atau program penumpang terpercaya jika tersedia, dan simpan boarding pass serta bukti perjalanan lanjutan untuk menghindari pemeriksaan tambahan. Perusahaan disarankan meninjau kebijakan tanggung jawab—terutama untuk koneksi yang ketat—dan mempertimbangkan pengaturan kerja jarak jauh sementara jika keterlambatan mengancam kegiatan bisnis yang krusial.
Menurut peringatan yang dikirim Ryanair melalui email pada 31 Desember, antrean pemeriksaan paspor untuk penerbangan ke Inggris dan Irlandia di Málaga-Costa del Sol dan beberapa pintu masuk Spanyol lainnya kini “jauh lebih panjang dari biasanya” dan sudah menyebabkan beberapa penumpang ketinggalan penerbangan mereka. Maskapai berbiaya rendah ini menganjurkan penumpang untuk tiba di bandara tiga jam sebelum keberangkatan dan langsung menuju ke pemeriksaan keamanan dan imigrasi setelah menyerahkan bagasi.
EES, yang mulai diterapkan secara bertahap di seluruh Uni Eropa sejak 12 Oktober 2025, menggantikan cap manual dengan pendaftaran biometrik (empat sidik jari dan foto wajah) untuk setiap warga negara non-Schengen yang masuk atau keluar dari Wilayah Schengen. Meskipun pendaftaran pertama seharusnya memakan waktu kurang dari tiga menit per penumpang, kekurangan staf dan gangguan perangkat lunak yang berulang membuat waktu proses membengkak menjadi sepuluh menit atau lebih selama puncak liburan, menurut serikat polisi bandara kepada media lokal. Akibatnya, di Málaga pekan lalu terjadi antrean hingga 1.200 penumpang per jam yang harus melewati kios yang hanya dirancang untuk 450 orang.
Bagi manajer mobilitas korporat, kekacauan ini lebih dari sekadar ketidaknyamanan. Keterlambatan penerbangan lanjutan berdampak pada jadwal hotel, pertemuan, dan proyek, sementara waktu tunggu yang tidak pasti menyulitkan perencanaan dan penganggaran tugas yang melibatkan perjalanan lintas batas yang sering. Beberapa perusahaan sudah mulai mengarahkan karyawan mereka melalui jalur cepat di Madrid dan Barcelona atau melalui hub internal Uni Eropa untuk menghindari kemacetan yang berasal dari Spanyol—namun jalur ini juga berisiko penuh jika masalah berlanjut.
Operator bandara Spanyol, Aena, menyatakan kemacetan ini “bagian dari masa penyesuaian normal” dan meyakinkan bahwa kelancaran akan meningkat seiring bertambahnya kios dan staf yang menyelesaikan pelatihan wajib. Namun, badan industri ACI Europe memperingatkan bahwa mulai 9 Januari, proporsi penumpang yang harus menjalani perekaman biometrik penuh akan naik dari 10% menjadi 35%, yang berpotensi memperpanjang waktu tunggu hingga 70%.
Saran praktis bagi pelancong sangat tegas: siapkan waktu ekstra dalam jadwal untuk penerbangan dari Spanyol ke tujuan non-Schengen, daftar terlebih dahulu di jalur cepat atau program penumpang terpercaya jika tersedia, dan simpan boarding pass serta bukti perjalanan lanjutan untuk menghindari pemeriksaan tambahan. Perusahaan disarankan meninjau kebijakan tanggung jawab—terutama untuk koneksi yang ketat—dan mempertimbangkan pengaturan kerja jarak jauh sementara jika keterlambatan mengancam kegiatan bisnis yang krusial.
Sumber: The Sun (Ireland edition)