
Agen IT Uni Eropa, eu-LISA, mengaktifkan Antarmuka Operator baru pada 9 Januari, memungkinkan maskapai penerbangan dan perusahaan feri—termasuk Aer Lingus, Ryanair, dan Irish Ferries—melakukan uji coba pemeriksaan penumpang terhadap Sistem Masuk/Keluar (EES) dan Sistem Informasi dan Otorisasi Perjalanan Eropa (ETIAS) yang akan datang. Meskipun penggunaan antarmuka ini bersifat opsional selama fase ‘pengenalan’, Brussel mendorong operator untuk segera mengintegrasikannya guna menghindari kemacetan mendadak saat EES wajib diterapkan pada April 2026 dan ETIAS pada akhir tahun.
Dalam tahap peluncuran bertahap ini, operator dapat memverifikasi apakah penumpang non-Uni Eropa memiliki otorisasi yang benar sebelum naik pesawat, serupa dengan praktik standar untuk pemeriksaan ESTA dan UK ETA. Bagi maskapai Irlandia, perubahan ini penting meski Irlandia masih di luar wilayah Schengen, karena banyak penerbangan berangkat dari Dublin dan Shannon dengan transit ke hub benua Eropa. Aer Lingus mengonfirmasi bahwa rute DUB-CDG dan DUB-AMS akan menguji pemeriksaan waktu nyata mulai Februari.
Vincent Harrison, Direktur TI daa, mengatakan kepada Komite Transportasi Oireachtas bahwa sistem kontrol keberangkatan Bandara Dublin sudah “siap EES” dan akan beralih dari pemeriksaan batch ke kueri langsung setelah standar keandalan terpenuhi. Perusahaan manajemen perjalanan menyarankan perusahaan multinasional berbasis Irlandia untuk mengunggah data paspor karyawan ke dalam alat pemesanan lebih awal guna mengurangi waktu tunggu di bandara saat kios biometrik mulai digunakan.
Analis industri menyatakan Antarmuka Operator ini bisa menghemat hingga satu menit per penumpang di gerbang keberangkatan saat sudah beroperasi penuh, yang berarti peningkatan signifikan dalam ketepatan waktu bagi maskapai jarak pendek. Namun, kelompok privasi meminta pedoman jelas terkait penyimpanan data, terutama bagi operator yang memproses penumpang tujuan Inggris yang bebas dari ETIAS tapi tetap tunduk pada aturan UK ETA.
Dalam tahap peluncuran bertahap ini, operator dapat memverifikasi apakah penumpang non-Uni Eropa memiliki otorisasi yang benar sebelum naik pesawat, serupa dengan praktik standar untuk pemeriksaan ESTA dan UK ETA. Bagi maskapai Irlandia, perubahan ini penting meski Irlandia masih di luar wilayah Schengen, karena banyak penerbangan berangkat dari Dublin dan Shannon dengan transit ke hub benua Eropa. Aer Lingus mengonfirmasi bahwa rute DUB-CDG dan DUB-AMS akan menguji pemeriksaan waktu nyata mulai Februari.
Vincent Harrison, Direktur TI daa, mengatakan kepada Komite Transportasi Oireachtas bahwa sistem kontrol keberangkatan Bandara Dublin sudah “siap EES” dan akan beralih dari pemeriksaan batch ke kueri langsung setelah standar keandalan terpenuhi. Perusahaan manajemen perjalanan menyarankan perusahaan multinasional berbasis Irlandia untuk mengunggah data paspor karyawan ke dalam alat pemesanan lebih awal guna mengurangi waktu tunggu di bandara saat kios biometrik mulai digunakan.
Analis industri menyatakan Antarmuka Operator ini bisa menghemat hingga satu menit per penumpang di gerbang keberangkatan saat sudah beroperasi penuh, yang berarti peningkatan signifikan dalam ketepatan waktu bagi maskapai jarak pendek. Namun, kelompok privasi meminta pedoman jelas terkait penyimpanan data, terutama bagi operator yang memproses penumpang tujuan Inggris yang bebas dari ETIAS tapi tetap tunduk pada aturan UK ETA.
Sumber: eu-LISA Advisory Group Briefing