
Perdebatan sengit mengenai strategi impor talenta Hong Kong meletus pada 14 Mei 2026 setelah para pemimpin industri memperingatkan bahwa lowongan pekerjaan tingkat pemula untuk lulusan lokal anjlok hingga 61 persen sejak 2022. Ketua Federasi Serikat Pekerja Hong Kong dan Kowloon, Lam Chun-sing, menyatakan dalam sebuah program radio bahwa para pemberi kerja harus diwajibkan membuktikan bahwa mereka tidak dapat mengisi posisi secara lokal sebelum mempekerjakan lulusan non-lokal melalui skema Immigration Arrangements for Non-local Graduates (IANG). Data pemerintah menunjukkan lowongan yang sesuai untuk lulusan turun drastis dari 80.000 pada 2022 menjadi hanya 31.000 tahun lalu—tekanan ini disebabkan oleh tantangan ekonomi dan adopsi cepat teknologi AI generatif. Para kritikus berpendapat bahwa upaya agresif kota ini dalam menarik talenta, termasuk Top Talent Pass Scheme dan pelonggaran aturan perpanjangan untuk pemegang IANG, berisiko menyebabkan kelebihan pasokan tenaga kerja pemula dan menekan upah bagi kaum muda lokal. Sekretaris Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, Chris Sun, dengan cepat menolak seruan untuk pembatasan kuota visa yang lebih ketat, menegaskan bahwa skema talenta ini penting untuk memperkuat daya saing dan ketahanan demografis Hong Kong. Sun mencatat bahwa lulusan impor hanya sekitar empat persen dari tenaga kerja dan pemberi kerja masih menghadapi kekurangan di bidang STEM dan kesehatan. Para analis mengatakan ketegangan ini mencerminkan tantangan yang sering dihadapi tim HR multinasional: mengamankan keterampilan penting sambil mengelola persepsi bahwa pekerja asing menggeser tenaga kerja lokal. Perusahaan yang mengandalkan talenta IANG disarankan mendokumentasikan upaya rekrutmen dan standar gaji untuk mengantisipasi pengawasan. Sementara itu, universitas-universitas meningkatkan pendanaan layanan karier untuk membantu mahasiswa lokal mendapatkan pekerjaan sebelum talenta asing datang. Bagi manajer mobilitas global, kejadian ini menjadi pengingat bahwa stabilitas kebijakan tidak bisa dianggap pasti. Meski tidak ada perubahan aturan segera, penurunan pasar tenaga kerja di masa depan bisa memicu penerapan kuota, tes pasar tenaga kerja, atau kenaikan ambang gaji tanpa pemberitahuan panjang—yang berisiko menunda penugasan atau menaikkan biaya.
Sumber: South China Morning Post
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Hong Kong.Lebih Banyak Dari Hong Kong
Lihat semua
Briefing Wajib untuk Pekerja Impor Dijadwalkan 14 Mei di Bawah Skema Tenaga Kerja Tambahan yang Ditingkatkan Hong Kong
Bandara Internasional Hong Kong Selesaikan Uji Coba Penuh Kompleks Keberangkatan Terminal 2 Baru