
Maskapai penerbangan kebanggaan Jerman tengah merombak program loyalitas penumpang terbesar di Eropa. Dalam siaran pers yang dirilis pada 15 Juli 2026, Grup Lufthansa mengumumkan bahwa program frequent-flyer berusia 33 tahun, “Miles & More,” akan berganti nama menjadi “Lufthansa Group Miles & More” dan diposisikan sebagai payung tunggal untuk semua merek maskapai dalam portofolio mereka. Menurut Chief Commercial Officer Dieter Vranckx, langkah ini mengikuti peluncuran arsitektur merek korporat baru dan bertujuan menjadikan program ini “sistem loyalitas yang menyatukan seluruh Grup.” Rebranding ini akan dilakukan secara bertahap dan selesai pada akhir 2026. Identitas visual baru yang berfokus pada janji emosional “Moments that move you” akan disertai dengan perluasan titik sentuh digital dan penawaran yang dipersonalisasi. Lufthansa menyatakan anggota dapat menikmati kemudahan pengumpulan dan penukaran poin di Austrian Airlines, Swiss, Brussels Airlines, Eurowings, dan Discover Airlines, serta di hotel, perusahaan rental mobil, dan mitra ritel. Bagi manajer mobilitas korporat, implikasinya dua arah. Pertama, tarif korporat yang sudah dikontrak dan mencakup manfaat loyalitas akan dipindahkan ke platform baru, sehingga perlu penyesuaian antarmuka pelaporan dan komunikasi dengan pelancong. Kedua, Grup mengisyaratkan bahwa manfaat status akan diselaraskan, memungkinkan pelancong elit mengumpulkan poin lebih cepat dan mendapatkan fasilitas seperti akses lounge atau prioritas keamanan di lebih banyak bandara Jerman. Maskapai juga menegaskan tidak ada tindakan yang diperlukan dari 25 juta anggota program di Jerman; poin, mil kualifikasi, dan tingkat status yang ada akan otomatis berpindah. Namun, rebranding ini menjadi kesempatan bagi manajer perjalanan untuk mengingatkan karyawan tentang implikasi pajak penggunaan pribadi poin loyalitas, yang menurut hukum Jerman dapat dianggap sebagai manfaat kena pajak. Para analis melihat langkah ini sebagai bagian dari tren pasca-pandemi yang lebih luas: grup maskapai besar memanfaatkan aset loyalitas untuk mempertahankan pangsa pasar dari maskapai Teluk dan pesaing berbiaya rendah. Dengan menciptakan proposisi tunggal yang mudah dikenali, Lufthansa berharap dapat meningkatkan pemesanan langsung dan menjual paket “langganan mobilitas”—tujuan yang sejalan dengan Strategi Penerbangan Nasional Jerman untuk memperkuat fungsi hub negara tersebut.
Sumber: Lufthansa Group Newsroom