
Survei Bisnis ifo terbaru yang diterbitkan pada 17 Juli 2026 menunjukkan bahwa sentimen di kalangan agen perjalanan dan operator tur Jerman menurun untuk bulan kedua berturut-turut. Sub-indeks industri perjalanan turun menjadi –32,0 poin pada Juni dari –30,3 pada Mei dan –15,6 sebelum ketegangan di Timur Tengah pada Februari. Menurut analis ifo, Patrick Höppner, banyak konsumen Jerman menunda keputusan liburan pada musim semi karena ketidakpastian geopolitik dan kemudian menunggu penawaran musim panas menit terakhir. Di balik angka utama yang melemah ini terdapat perbedaan jelas antara permintaan perjalanan jarak pendek di Eropa dan jarak jauh antar benua. Data penumpang dari Kantor Statistik Federal yang dikutip ifo menunjukkan keberangkatan dari bandara Jerman ke Yunani (+3,6 %), Kroasia (+4,2 %) dan Turki (+2,7 %) meningkat dibandingkan tahun sebelumnya pada periode Januari–Mei, sementara lalu lintas udara keluar secara keseluruhan menyusut 0,2 %. Operator tur melaporkan bahwa paket perjalanan ke Afrika Utara dan rute ke Asia Timur masih di bawah level sebelum konflik, mencerminkan persepsi risiko yang meningkat dan premi asuransi yang lebih tinggi. Ekspektasi harga juga menurun tajam: hanya sebagian kecil perusahaan yang kini merencanakan kenaikan tarif tiket untuk musim gugur, karena harga bahan bakar jet telah turun sejak Mei. Ini menjadi kabar baik bagi manajer perjalanan bisnis yang sebelumnya menghadapi inflasi tarif penerbangan dua digit; ifo menghitung bahwa tarif penerbangan dalam Uni Eropa masih 11,5 % lebih tinggi dari rata-rata 2025 pada paruh pertama 2026, namun kini mulai menurun. Bagi para profesional mobilitas, data ini penting dalam dua hal. Pertama, data ini menjadi indikator awal untuk segmen MICE (pertemuan-insentif-konferensi-pameran) Jerman yang besar: kepercayaan yang melemah menunjukkan permintaan korporat untuk perjalanan insentif dan perjalanan delegasi bisa menurun setelah puncak musim panas. Kedua, data ini mengisyaratkan kemungkinan perubahan kapasitas di akhir musim saat maskapai menyesuaikan pasokan kursi di rute Mediterania sambil mengurangi frekuensi penerbangan jarak jauh. Perusahaan dengan tim proyek yang tersebar sebaiknya memantau jadwal penerbangan musim gugur dan mengunci tarif lebih awal untuk misi antar benua. Dalam jangka menengah, ifo memperkirakan efek rebound setelah situasi keamanan di pasar jarak jauh utama stabil. Perusahaan yang merencanakan penugasan tahun 2027 sebaiknya mengantisipasi tarif penerbangan yang kembali normal namun tetap sekitar 5 % lebih tinggi dari dasar 2024 karena adanya biaya tambahan bahan bakar penerbangan berkelanjutan dan pembatasan ketat dari EU ETS.
Sumber: ifo Institute