
Direktorat Jenderal Urusan Kependudukan & Orang Asing Dubai (GDRFA) secara diam-diam memperbarui halaman layanan ‘Penerbitan Visa (Kerja Virtual)’ pada 24 Juli 2026, dengan memperjelas ketentuan utama bagi pekerja jarak jauh yang ingin tinggal di Dubai sambil bekerja untuk perusahaan luar negeri. Halaman tersebut kini menyatakan bahwa pemohon akan menerima izin masuk awal selama 60 hari untuk menyelesaikan formalitas visa tinggal setelah tiba, menggantikan jangka waktu sebelumnya yang hanya 30 hari.
Biaya visa dasar tetap sebesar AED 200 (ditambah AED 20 untuk Dirham Pengetahuan dan Inovasi, serta AED 500 jika mengajukan di dalam negeri) dan ambang batas gaji minimum tetap USD 3.500 per bulan. Pemohon harus menunjukkan bukti pekerjaan luar negeri, laporan bank enam bulan terakhir, dan asuransi kesehatan yang sesuai dengan standar UAE.
Mengapa ini penting: Perubahan ini mengurangi tekanan bagi pekerja jarak jauh yang datang untuk menyelesaikan biometrik, pendaftaran Emirates ID, dan kontrak sewa dalam waktu satu bulan—masalah yang sering dikeluhkan oleh konsultan relokasi. Selain itu, langkah ini menyelaraskan proses Dubai lebih dekat dengan Visa Kerja Jarak Jauh federal yang baru-baru ini disorot oleh ICP, memberikan jalur yang lebih jelas dan konsisten bagi talenta internasional masuk ke UAE.
Perusahaan dapat memanfaatkan skema ini untuk menempatkan tim proyek di Dubai tanpa harus mendirikan entitas lokal, namun harus diingat bahwa gaji harus tetap dibayarkan dari luar negeri; bekerja langsung untuk perusahaan UAE masih dilarang. Perusahaan yang menugaskan staf melalui jalur ini sebaiknya memperbarui surat penugasan untuk mencerminkan masa tenggang yang diperpanjang dan menganggarkan sekitar AED 1.050 untuk total biaya imigrasi setelah pemeriksaan medis, kartu ID, dan cap visa.
Para praktisi mobilitas global juga harus memberi pengarahan kepada para penugasan tentang tunjangan sponsor keluarga (yang berlaku bersamaan dengan masa tinggal satu tahun) dan mengingatkan bahwa cakupan asuransi kesehatan lokal wajib meskipun entitas pemberi kerja berada di luar UAE.
Biaya visa dasar tetap sebesar AED 200 (ditambah AED 20 untuk Dirham Pengetahuan dan Inovasi, serta AED 500 jika mengajukan di dalam negeri) dan ambang batas gaji minimum tetap USD 3.500 per bulan. Pemohon harus menunjukkan bukti pekerjaan luar negeri, laporan bank enam bulan terakhir, dan asuransi kesehatan yang sesuai dengan standar UAE.
Mengapa ini penting: Perubahan ini mengurangi tekanan bagi pekerja jarak jauh yang datang untuk menyelesaikan biometrik, pendaftaran Emirates ID, dan kontrak sewa dalam waktu satu bulan—masalah yang sering dikeluhkan oleh konsultan relokasi. Selain itu, langkah ini menyelaraskan proses Dubai lebih dekat dengan Visa Kerja Jarak Jauh federal yang baru-baru ini disorot oleh ICP, memberikan jalur yang lebih jelas dan konsisten bagi talenta internasional masuk ke UAE.
Perusahaan dapat memanfaatkan skema ini untuk menempatkan tim proyek di Dubai tanpa harus mendirikan entitas lokal, namun harus diingat bahwa gaji harus tetap dibayarkan dari luar negeri; bekerja langsung untuk perusahaan UAE masih dilarang. Perusahaan yang menugaskan staf melalui jalur ini sebaiknya memperbarui surat penugasan untuk mencerminkan masa tenggang yang diperpanjang dan menganggarkan sekitar AED 1.050 untuk total biaya imigrasi setelah pemeriksaan medis, kartu ID, dan cap visa.
Para praktisi mobilitas global juga harus memberi pengarahan kepada para penugasan tentang tunjangan sponsor keluarga (yang berlaku bersamaan dengan masa tinggal satu tahun) dan mengingatkan bahwa cakupan asuransi kesehatan lokal wajib meskipun entitas pemberi kerja berada di luar UAE.
Sumber: GDRFA Dubai
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Uni Emirat Arab.Lebih Banyak Dari Uni Emirat Arab
Lihat semua
Penumpang Diimbau Waspada Gangguan Penerbangan Teluk Saat Ketegangan AS-Iran Meningkat
Dewan IMO Dukung Usulan Dipimpin UEA untuk Lindungi Pengiriman di Selat Hormuz, Meredakan Kekhawatiran Mobilitas Rantai Pasokan