
Dalam pemungutan suara terpisah pada 1 Oktober, Dewan Negara memutuskan bahwa seluruh paket perjanjian Bilaterals III—termasuk protokol terbaru tentang Kebebasan Pergerakan Orang—harus diajukan dalam referendum wajib ‘sui generis’ yang memerlukan mayoritas ganda dari pemilih Swiss dan kanton. Keputusan ini (23–17) menolak usulan Dewan Federal yang menginginkan referendum opsional yang hanya memerlukan mayoritas suara rakyat. Langkah ini mencerminkan kepekaan politik terkait kedaulatan dan imigrasi. Dengan menuntut mayoritas ganda, para senator bertujuan memperkuat legitimasi demokratis untuk kesepakatan yang akan memperdalam keselarasan Swiss dengan aturan Uni Eropa mengenai mobilitas tenaga kerja, keamanan pangan, kesehatan, dan listrik. Para kritikus khawatir bahwa persyaratan yang lebih ketat ini bisa menggagalkan perjanjian tersebut, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum bagi sekitar 1,4 juta warga UE yang bekerja di Swiss serta pekerja lintas batas Swiss di UE. Bagi tim mobilitas perusahaan, perkembangan ini memperpanjang jadwal dan meningkatkan risiko referendum. Jika pemilih atau mayoritas kanton menolak perjanjian ini, Swiss bisa menghadapi erosi akses pasar yang sudah ada dan kembali ke solusi parsial untuk izin kerja, pengakuan kualifikasi profesional, dan koordinasi jaminan sosial. Perusahaan multinasional disarankan untuk merencanakan skenario untuk kedua kemungkinan tersebut. Suara ‘ya’ akan mengunci kepastian hukum bagi pekerja UE yang ditugaskan dan mempermudah perjalanan bisnis jangka pendek, sementara suara ‘tidak’ bisa memicu kuota darurat dan peningkatan hambatan administratif. Dewan Nasional akan membahas format referendum pada sesi berikutnya, namun pengamat politik menilai sulit untuk mengubah sikap Dewan Negara.
Sumber: SWI swissinfo.ch