
Kedutaan Besar India di Abu Dhabi mengumumkan pada 29 Mei 2026 bahwa mereka telah memberikan kontrak tiga tahun kepada Al Hind Tours & Travels untuk mengelola 16 pusat layanan konsuler di seluruh Uni Emirat Arab. Fasilitas ini akan menggantikan outlet BLS International dan mulai beroperasi pada 1 Juli 2026, menangani paspor, visa, kartu Overseas Citizen of India (OCI), legalisasi dokumen, serta sertifikat kelengkapan polisi bagi komunitas India yang berjumlah 4,3 juta di UAE. Perluasan ini mencakup enam cabang di Abu Dhabi, dua di Dubai (Bur Dubai dan Dubai Investment Park), serta lokasi tambahan di Sharjah, Ajman, Fujairah, Umm Al Quwain, dan Khor Fakkan. Kapasitas layanan akan lebih dari dua kali lipat dan waktu tunggu rata-rata janji temu diperkirakan turun dari tiga minggu menjadi lima hari kerja, menurut estimasi kedutaan. Biaya layanan dibatasi maksimal AED 19 per transaksi, hampir 40 persen lebih murah dibanding tarif saat ini.
Bagi perusahaan multinasional, peluncuran ini menjanjikan proses perpanjangan paspor dan cap visa kerja India yang lebih cepat, dua hal yang sering menjadi kendala dalam perencanaan penugasan. Manajer mobilitas disarankan memperbarui jadwal relokasi, terutama untuk tanggal mulai kerja di bulan Juli, serta memberi tahu karyawan bahwa pendaftaran biometrik akan dipindahkan ke pusat baru. Al Hind menyatakan sedang merekrut 350 staf dan meningkatkan koneksi IT ke sistem Passport Seva India untuk mendukung unggahan data pada hari yang sama—langkah yang diharapkan dapat menekan biaya kurir dan meminimalkan risiko kehilangan dokumen.
Perubahan ini mengikuti keputusan Kementerian Luar Negeri India yang melarang BLS International mengikuti tender selama dua tahun akibat keluhan kualitas layanan dan litigasi. Pihak berwenang India menegaskan bahwa metrik layanan pelanggan—termasuk panjang antrean, waktu respons call center, dan proses pengembalian dana—akan dipantau secara real-time melalui dashboard baru yang dibagikan dengan kedutaan. Kelompok ekspatriat menyambut baik langkah ini, dengan alasan pusat layanan yang tersebar di kawasan pemukiman seperti Pulau Al Reem dan Al Majaz menghindarkan pemohon dari perjalanan jauh dan cuti kerja di hari biasa. Agen perjalanan juga memperkirakan lonjakan pemesanan liburan musim panas mendadak setelah penumpukan paspor terselesaikan.
Bagi perusahaan multinasional, peluncuran ini menjanjikan proses perpanjangan paspor dan cap visa kerja India yang lebih cepat, dua hal yang sering menjadi kendala dalam perencanaan penugasan. Manajer mobilitas disarankan memperbarui jadwal relokasi, terutama untuk tanggal mulai kerja di bulan Juli, serta memberi tahu karyawan bahwa pendaftaran biometrik akan dipindahkan ke pusat baru. Al Hind menyatakan sedang merekrut 350 staf dan meningkatkan koneksi IT ke sistem Passport Seva India untuk mendukung unggahan data pada hari yang sama—langkah yang diharapkan dapat menekan biaya kurir dan meminimalkan risiko kehilangan dokumen.
Perubahan ini mengikuti keputusan Kementerian Luar Negeri India yang melarang BLS International mengikuti tender selama dua tahun akibat keluhan kualitas layanan dan litigasi. Pihak berwenang India menegaskan bahwa metrik layanan pelanggan—termasuk panjang antrean, waktu respons call center, dan proses pengembalian dana—akan dipantau secara real-time melalui dashboard baru yang dibagikan dengan kedutaan. Kelompok ekspatriat menyambut baik langkah ini, dengan alasan pusat layanan yang tersebar di kawasan pemukiman seperti Pulau Al Reem dan Al Majaz menghindarkan pemohon dari perjalanan jauh dan cuti kerja di hari biasa. Agen perjalanan juga memperkirakan lonjakan pemesanan liburan musim panas mendadak setelah penumpukan paspor terselesaikan.
Sumber: Onmanorama